Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kebakaran Lahan: Ini Kendala Satgas Karlahut Riau Lakukan Pemadaman

Satgas Karhutla sulit mendapatkan akses transportasi ke lokasi titik api yang jauh di tengah hutan rawa gambut.
Arif Gunawan
Arif Gunawan - Bisnis.com 22 September 2015  |  20:03 WIB
Ilustrasi: Titik api pemicu kebakaran hutan dan lahan
Ilustrasi: Titik api pemicu kebakaran hutan dan lahan

Bisnis.com, PEKANBARU - Tim terpadu pemadaman kebakaran lahan dan hutan yang terdiri dari prajurit TNI, kepolisian, Manggala Agni, regu pemadam kebakaran perusahaan, BNPB, BPBD, kelompok masyarakat peduli api, dan masyarakat setempat di wilayah yang terjadi kebakaran lahan dan hutan terus berupaya keras.

Mereka berusaha semaksimal mungkin untuk memadamkan api kebakaran semaksimal mungkin.

Komandan Satgas Karhutla Brigjen TNI Nurendi mengatakan beberapa kendala yang dijumpai tim terpadu dalam melaksanakan tugasnya yaitu sulitnya mendapatkan akses transportasi ke lokasi titik api yang jauh di tengah hutan rawa gambut.

Akibatnya, Satgas sulit membawa peralatan untuk kegiatan pemadaman.

Selain itu, alat pendukung pemadaman masih terbatas seperti mesin pompa air dan selang air yang tidak sesuai standar pemadaman.

Sumber-sumber air sebagai kebutuhan utama dalam memadamkan api pun kerap sangat terbatas karena musim kemarau.

Kondisi semacam ini yang kerap menjadi kendala selama kegiatan pemadaman.

"Namun sejak adanya penambahan pasukan dari Panglima TNI beserta peralatan pendukungnya sekarang tim terpadu semakin semangat untuk bekerja memadamkan api," kata Nurendi dalam konferensi pers di Posko Siaga Terpadu Karlahut 2015 di Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru, Selasa (22/9/2015).

Kerja sama antar satuan tugas yang memadamkan api menurut dia, juga cukup baik.

Tim satgas darat yang bertugas di 12 kabupaten kota di Riau tentu memiliki keterbatasan dalam akses wilayah yang terbakar khususnya di tengah hutan.

Kendala tersebut ditanggulangi dengan operasi dari tim udara terpadu TNI, BNPB, BPBD, dan perusahaan yang melakukan operasi bom air dan teknologi modifikasi cuaca.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

riau tni Kabut Asap kebakaran hutan
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top