Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

RI Belum Punya Arbitrase Sengketa Konstruksi

Kehadiran badan penyelesaian sengketa di dalam negeri dinilai bisa menghemat devisa karena biaya transaksi dikenakan dalam denominasi rupiah.nn
Rivki Maulana
Rivki Maulana - Bisnis.com 22 September 2015  |  20:27 WIB
Insinyur - Ilustrasi
Insinyur - Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA -- Kehadiran badan penyelesaian sengketa di dalam negeri dinilai bisa menghemat devisa karena biaya transaksi dikenakan dalam denominasi rupiah.

Asrul Sani, anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), mengatakan sejumlah pelaku usaha di sektor konstruksi memilih menyelesaikan sengketa di badan arbitrase internasional karena di dalam negeri belum ada lembaga sejenis

"Sengketa lebih banyak di bawah ke Singapura. Kita bayar arbitor-nya orang asing semua. Kalau sudah ada BADAPSKI, devisa tidak akan lari ke luar negeri," ujarnya di dalam seminar Penyelesaian Sengketa Konstruksi Melalui Arbitrase, Selasa (22/9/2015).

BADAPSKI merupakan Badan Arbitrase dan Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi Indonesia. Asrul menyebut, kehadiran BADAPSKI ke depan diharapkan bisa menjadi penyokonh pelaksanaan proyek-proyek infrastruktur yang tengah digalakkan pemerintah.

Dia mengatakan, sengketa melalui arbitrase bisa diselesaikan lebih cepat dibandingkan dengan jalur pengadilan umum. Pasalnya, dalam arbitrase, tidak dikenal banding atas sebuah putusan.

Selain itu, Asrul menilai penyelesaian sengketa konstruksi di dalam negeri bisa lebih murah karena arbitror yang menjadi penengah dalam sengketa merupakan orang lokal dan biaya perkara dibayarkan dalam denominasi rupiah.

Sebagai gambaran, dikutip dari situs Singapore International Arbitration Center (SIAC), biaya perkara untuk nilai perkara sebesar US$1 juta mencapai US$181.166 hingga US$ 241.555 atau sekitar Rp2,62 miliar - Rp3,5 miliar (kurs Rp14.500). Jumlah tersebut setara dengan 18%-24% dari nilai yang diperkarakan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

konstruksi
Editor : Bastanul Siregar
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top