Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KASUS SUAP PTUN MEDAN: Di Depan Hakim, OC Kaligis Minta JPU Mundur

OC Kaligis sempat meminta Jaksa Penuntut Umum Yudi Kristiana untuk mundur dari persidangan kasusnya di hadapan majelis hakim.
Eka Chandra Septarini
Eka Chandra Septarini - Bisnis.com 22 September 2015  |  14:28 WIB
OC Kaligis - Antara
OC Kaligis - Antara

Kabar24.com, JAKARTA -- Persidangan kasus suap hakim PTUN Medan sempat diwarnai permintaan OC Kaligis agar Jaksa Penuntut Umum Yudi Kristiana mundur. Hal itu disampaikan Kaligis di hadapan majelis hakim.

Kaligis merasa Jaksa Yudi memberikan komentar kepada media yang mengarah pada upaya memberatkan hukuman dirinya.

"Bukan saya mendramatisir. (Saya minta) Jaksa Yudi mengundurkan diri dari sidang yang mulia ini," ujar Kaligis dalam sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Selasa (22/9/2015).

Ketua Majelis Hakim meminta Kaligis untuk menyampaikan keberatannya tersebut pada pimpinan komisioner KPK selaku atasan Jaksa Yudi. Hal tersebut karena Jaksa Yudi bersidang dengan perintah atasannya dan bukan menjadi kewenangan majelis.

"Bisa disampaikan ke pimpinannya. Dia bertugas karena perintah. Karena ini berkaitan dengan tugas, Majelis tidak ada kewenangan," ujar Ketua Majelis Hakim Sumpeno.

JPU mendakwa OC Kaligis pada Senin (31/8/2015) menyuap tiga hakim dan satu panitera PTUN Medan. Sebanyak dua dari tiga kali transaksi suap diberikan langsung oleh Kaligis. Uang suap tersebut diduga berasal dari Gubernur Sumatra Utara Gatot Pujo Nugroho dan istrinya Evy Susanti.

Atas tindak tersebut, Kaligis didakwa melanggar Pasal 6 ayat 1 huruf a dan Pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kasus suap ptun
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top