Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PM Singapura Dorong Suksesi Untuk Pertumbuhan Ekonomi

Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong mengemukakan negaranya tengah menghadapi tantangan untuk menjaga ekonomi dan energy secara berkelanjutan selama 10 hingga 15 tahun ke depan meskipun pertumbuhan masih di angka satu digit.
Annisa Lestari Ciptaningtyas
Annisa Lestari Ciptaningtyas - Bisnis.com 19 September 2015  |  15:59 WIB
Presiden Joko Widodo (kiri) berjabat tangan dengan PM Singapura Lee Hsien Loong (kanan) - Antara
Presiden Joko Widodo (kiri) berjabat tangan dengan PM Singapura Lee Hsien Loong (kanan) - Antara

Bisnis.com, SINGAPURA--Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong mengemukakan negaranya tengah menghadapi tantangan untuk menjaga ekonomi dan energy secara berkelanjutan selama 10 hingga 15 tahun ke depan meskipun pertumbuhan masih di angka satu digit.

"Kami harus berpikir bagaimana kita bisa terus menjaga perekonomian bertenaga dan energi pada saat pertumbuhan 2 hingga 3%,” kata Lee dalam konferensi pers Sabtu (19/9). Dia mengatakan dia akan mendorong secara agresif untuk suksesi kepemimpinan saat partai baru yang berkuasa sudah membentuk kabinet.

Partai Aksi Rakya, yang dipimpin oleh Lee, memiliki suara yang tinggi pada pemilihan Singapura 11 September lalu. Prospek ekonomi melunak sebagai perkiraan pertumbuhan untuk tahun ini dipangkas setelah PDB menyusut pada kuartal terakhir.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

singapura

Sumber : Bloomberg

Editor : Martin Sihombing
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top