Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Penyelundup di Nigeria Telan Uang 111.000 Dolar AS

Badan keamanan Nigeria mengatakan menemukan uang tunai 111.000 dolar AS (Rp1,59 miliar), yang dibungkus dan ditelan seorang tersangka anggota jaringan penyelundup.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 19 September 2015  |  03:46 WIB
Ilustrasi uang dolar AS - Today.com
Ilustrasi uang dolar AS - Today.com

Bisnis.com, JAKARTA - Badan keamanan Nigeria mengatakan menemukan uang tunai 111.000 dolar AS (Rp1,59 miliar), yang dibungkus dan ditelan seorang tersangka anggota jaringan penyelundup.

Enam tersangka, termasuk seorang agen kantor penukaran uang, ditangkap dan ditahan di ibu kota perdagangan Lagos sampai salah satu dari mereka mengeluarkan 74 paket uang terbungkus rapat, kata Badan Penegakan Hukum Obat Terlarang Nasional (NDLEA).

"Mereka berada di bawah pengawasan untuk mengeluarkan bungkusan-bungkusan uang tersebut. Ada kecurigaan kuat bahwa uang tersebut diperoleh dari hasil penjualan obat-obatan, yang kemudian ditujukan untuk membeli kokain di Brasil," kata juru bicara NDLEA Ofoyeju Mitchell.

"Ekspor mata uang terlarang dengan cara menelannya menjadi pola baru dalam mengindari undang-undang pencucian uang," tambah Mitchell.

Negara di Afrika barat seringkali dipakai sebagai titik-titik transit oleh kelompok-kelompok perdagangan obat-obatan terlarang antara Amerika Selatan dan Eropa.

Para pria itu ditangkap pada akhir Agustus, namun badan tersebut baru mengumumkan rincian operasi pada Kamis (17/9/2015).

Pihak berwenang menyerahkan kasus para tersangka ke Komisi Kejahatan Keuangan dan Ekonomi dan menyatakan mereka masih ditahan.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

nigeria penyelundupan

Sumber : Antara/Reuters

Editor : M. Syahran W. Lubis
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top