Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Disperindag Kota Denpasar Sidak Beras Plastrik

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Denpasar melakukan sidak beras plastik dibeberapa pasar tradisional dan pasar modern di Denpasar pada Jumat, 29 Mei 2015.
Natalia Indah Kartikaningrum
Natalia Indah Kartikaningrum - Bisnis.com 29 Mei 2015  |  14:46 WIB
Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menunjukkan sampel beras bercampur bahan sintetis usai memberikan keterangan pers hasil uji laboratorium beras sintetis di Bekasi, Jawa Barat, Kamis (21/5). Menurutnya, hasil uji laboratorium temuan beras sintetis di Pasar Tanah Merah, Mutiara Gading Timur pada beberapa waktu lalu dengan hasil positif bercampur tiga bahan kandungan kimia benzyil butyl phtalate (BBP), diethyl hexyl phthalate (DEHP), dan dimethyl phthalateshalate (DMP) yang merupakan bahan pembuat PVC. - Antara
Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menunjukkan sampel beras bercampur bahan sintetis usai memberikan keterangan pers hasil uji laboratorium beras sintetis di Bekasi, Jawa Barat, Kamis (21/5). Menurutnya, hasil uji laboratorium temuan beras sintetis di Pasar Tanah Merah, Mutiara Gading Timur pada beberapa waktu lalu dengan hasil positif bercampur tiga bahan kandungan kimia benzyil butyl phtalate (BBP), diethyl hexyl phthalate (DEHP), dan dimethyl phthalateshalate (DMP) yang merupakan bahan pembuat PVC. - Antara
Bisnis.com, DENPASAR--Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Denpasar melakukan sidak beras plastik dibeberapa pasar tradisional dan pasar modern di Denpasar pada Jumat, 29 Mei 2015.
Kepala Disperindag Kota Denpasar, I Wayan Gatra mengatakan, Tim Monitoring dan Pengawasan Peredaran Barang dan Jasa Disperindag Kota Denpasar telah melaksanakan sidak dan pengawasan di beberapa tempat, antara lain warung Yuda di jl. A.Yani, warung Budi, toko Bintang Terang, toko Dina, toko Tiga Putra, dan pasar adat Peguyangan.
"Kegiatan ini mengatisipasi beredarnya beras plastik di Denpasar dan kami tidak menemukan adanya beras sintetis yang terbuat dari plastik," ungkapnya di Denpasar, Jumat (29/5/2015).
Meskipun demikian, lanjutnya, pihaknya tetap mengingatkan kepada pedagang, sub distributor, dan distributor beras untuk tetap waspada serta turut mengawasi tentang isu beredarnya beras sintetis.
"Kami juga akan selalu mengadakan pengawasan dan pembinaan terhadap pedagang yang ada di kota Denpasar," terangnya.
Sebelumnya pada Senin, 25 Mei 2015 Tim Monitoring dan Pengawasan Peredaran Barang dan Jasa Disperindag Kota Denpasar juga telah melaksanakan sidak dan pengawasan di beberapa pasar tradisional dan distributor bahan kebutuhan pokok di Kota Denpasar, antara lain, toko Lancar Jaya di pasar Gunung Agung, UD. Dewi Agung di jalan Gunung Agung Denpasar, dan toko Ibu Kartika Jalan Gunung Agung.

Kemudian pengawasan dilanjutkan pada Rabu, 27 Mei 2015 pihaknya melaksanakan sidak dan pengawasan di beberapa pasar tradisional dan sub distributor bahan kebutuhan pokok di Kota Denpasar, antara lain, toko Lima Jaya di jalan Waturenggong Denpasar, pasar Inpres Sanglah, pasar Suwung Batan Kendal, pasar Wates, pasar Desa Adat Pedungan, dan pasar Pemogan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Beras Plastik
Editor : Martin Sihombing
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top