Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Perang Generasi Keempat Mengintai Indonesia

Safroedin Bahar, mantan Komisioner Komnas Hak Asasi Manusia, mengingatkan Indonesia telah menjadi sasaran perang generasi keempat yaitu perang mengubah pola pemikiran, cara hidup, cara pandang dan ideologi pasar.
Dika Irawan
Dika Irawan - Bisnis.com 28 Mei 2015  |  01:50 WIB
Ilustrasi - JIBI/Nurul Hidayat
Ilustrasi - JIBI/Nurul Hidayat

Kabar24.com, JAKARTA- Safroedin Bahar, mantan Komisioner Komnas Hak Asasi Manusia, mengingatkan Indonesia telah menjadi sasaran perang generasi keempat yaitu perang mengubah pola pemikiran, cara hidup, cara pandang dan ideologi pasar.

Hal itu terlihat dengan dikuasainya sumber daya alam oleh pihak asing.

"Tanpa mengeluarkan satu peluru pun sumber daya kita sudah dikuasai asing," katanya Safroedin dalam diskusi bedah buku "Teropong Prajurit TNI" karya Letjen TNI Purn Kiki Syahnakri di Jakarta, Rabu (27/5/2015).

Safroedin mengatakan asing menguasai sumberdaya alam Indonesia melalui undang-undang dan kebijakan pemerintah. Mereka menyusup pada pemikiran para pejabat-pejabat pemegang kekuasaan.

"Indonesia bisa dikuasai melalui pikiran," katanya.

Karena itu, soal ancaman perang generasi keempat tersebut harus dihadapi dengan pengamalan kembali Pancasila terutama bagi prajurit TNI. Sebab, era reformasi telah menempatkan TNI pada posisi tidak tepat baik secara ideologi maupun strategi.

"Tidak mungkin menang perang generasi keempat," katanya.

Menurut dia, Pancasila merupakan dasar landasan bernegara. TNI, kata Safroedin perlu uga mewaspadai ancaman terhadap penyimpangan Pancasila tersebut.
Safroedin mengatakan Pancasila merupakan landasan fudamental yang mengikat seluruh bangsa.

Tanpa Pancasila, ucap mantan anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat itu,Indonesia dapat bubar.

"Karenanya kesepakatan kita tentang Indonesia yang harus kita bangun. Benang merahnya adalah membumikan Pancasila," tegasnya.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tni sumber daya alam
Editor : Andhina Wulandari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top