Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Wapres: TNI Jangan Halau Pengungsi Rohingya ke Indonesia

Wakil Presiden Jusuf Kalla memerintahkan Tentara Nasional Indonesia agar tidak menghalau kedatangan pengungsi Rohingya menuju wilayah Indonesia.
Lavinda
Lavinda - Bisnis.com 20 Mei 2015  |  17:34 WIB
Pengungsi Rohingya di Desa Meunasah Sagoe, Seuneudon, Aceh Utara, Aceh, Minggu (10/5/2015). - Antara
Pengungsi Rohingya di Desa Meunasah Sagoe, Seuneudon, Aceh Utara, Aceh, Minggu (10/5/2015). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Wakil Presiden Jusuf Kalla memerintahkan Tentara Nasional Indonesia agar tidak menghalau kedatangan pengungsi Rohingya menuju wilayah Indonesia.

Kalla mengakui kebijakan awal pemerintah memang berupaya mencegah kehadiran para penduduk Myanmar etnis Rohingya yang ingin mencari perlindungan ke perairan dan daratan Indonesia di tengah konflik negara yang mendera. Namun kebijakan itu akhirnya diubah.

“Ya itu karena kebijakan awal [larangan Rohingya ke Indonesia]. Sekarang kebijakannya tidak boleh [dilarang],” tegasnya di Kantor Wakil Presiden, Rabu (20/5/2015).

Dia berpendapat, Indonesia sebagai bangsa yang besar tidak boleh menolak untuk membantu warga negara asing yang sedang mengalami kesulitan.

Indonesia tentu akan memikul beban sosial, tetapi hal itu sudah merupakan kewajiban negara yang berpegang teguh pada Pancalisa. Pasalnya, bantuan sosial itu adalah bagian dari aspek kemanusiaan yang adil dan beradab.

Jumat (15/5/2015), pihak TNI menyatakan pihaknya berusaha agar Etnis Rohingya tidak masuk wilayah Indonesia karena warga asing akan memunculkan persoalan sosial.

Panglima TNI Jenderal Moeldoko menegaskan pihaknya harus menjaga kedaulatan NKRI tanpa mengabaikan kondisi para pengungsi yang membutuhkan bantuan di wilayah laut.

Jika akses wilayah Indonesia terbuka, menurut Moeldoko, akan sangat banyak etnis Rohingya yang akan eksodus ke perairan dan daratan nusantara. Oleh karena itu, TNI menjalankan patroli perbatasan, baik laut, udara, maupun darat.

 

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

rohingya
Editor : Yusuf Waluyo Jati

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top