Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Diam Soal Rohingya, Aung San Suu Kyi Dikritik

Sikap peraih Nobel Perdamaian Aung San Suu Kyi yang dianggap tokoh demokrasi dikritik karena berdiam diri dalam isu Rohingya.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 20 Mei 2015  |  10:35 WIB
Aung San Suu Kyi - Reuters
Aung San Suu Kyi - Reuters

Kabar24.com, KUALA LUMPUR- Wakil Menteri Dalam Negeri Malaysia Datuk Seri Dr Wan Junaidi Tuanku Jaafar mengkritik sikap peraih Nobel Perdamaian Aung San Suu Kyi yang dianggap tokoh demokrasi tetapi berdiam diri dalam isu Rohingya.

"Kita berhadapan dengan membludaknya jutaan pendatang asing tanpa izin dalam sektor pekerjaan. Maukah masyarakat setempat berhadapan dengan masalah sosial dan berbagai jenis penyakit yang dibawa pendatang ilegal?", katanya seperti dikutip berbagai media setempat di Kuala Lumpur, Rabu (20/5/2015).

"Saya memberi isyarat jelas bahwa pendatang asing tidak disambut di negara ini dan isu pelarian Rohingya adalah masalah Myanmar," katanya.

Wan Junaidi menegaskan, isu pengungsi Rohingya dari Myanmar perlu ditangani pemerintah negara tersebut dan bukan kewenangan Malaysia atau Asean.

Berkaitan dengan pendatang asing ilegal ini, Malaysia akan memulangkan lebih dari 1.000 pendatang warga Bangladesh yang mendarat di Langkawi, Kedah, ke negara asal setelah semua urusan dokumentasi mereka selesai.

Sedangkan 400 pelarian Rohingya yang juga mendarat di pulau wisata itu akan diserahkan kepada badan pengungsi PBB, UNHCR, untuk ditindaklanjuti.

"Pendatang Bangladesh akan kita pulangkan ke negara asal mereka. Sementara sisanya 400 pelarian Rohingya dari Myanmar, terserah kepada UNHCR apakah akan memberi mereka status pengungsi atau sebaliknya termasuk menyerahkan para pengungsi itu ke negara ketiga," kata Wan Junaidi.

1.158 warga Bangladesh dan etnis Rohingya dari Myanmar mendarat secara ilegal di pulau itu pada Senin (15/5).

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

rohingya

Sumber : Antara

Editor : Andhina Wulandari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top