Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

SABDA RAJA: Nilai Sultan HB X Sudah Bukan Raja , Abdi Dalem Mundur

Sabda Raja yang dikeluarkan Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X menuai protes berbagai kalangan, salah satunya di internal Kraton Ngayogyakarta sendiri.
Redaksi
Redaksi - Bisnis.com 09 Mei 2015  |  08:42 WIB
SABDA RAJA: Nilai Sultan HB X Sudah Bukan Raja , Abdi Dalem Mundur

Kabar24.com, JAKARTA - Sabda Raja yang dikeluarkan Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X menuai protes berbagai kalangan, salah satunya di internal Kraton Ngayogyakarta sendiri.

Mas Wedana Nitikartiya, salah seorang abdi dalem, mengembalikan gelar abdi dalem ke Kraton
Ngayogyakarta Hadiningrat.

Pria yang bernama asli Kardi ini diangkat menjadi abdi dalem pada Agustus 2011 melalui surat kekancingan Nomor 70/ PHK/TDP/VIII/2011, Ngayogyakarta Hadiningrat, Rebo Legi, 1 Syawal 1944.

Adapun surat kekancingan dikembalikan di Ndalem Yudhanegaran (Kediaman GBPH Yudhaningrat) di
Jalan Ibu Ruswo, 7 Mei 2015.

Kekancingan tersebut kemudian diterima oleh GBPH Cakraningrat selaku Pengageng Tepas Danarto Puro (bagian keuangan Kraton).

Kardi mengaku sengaja mengembalikan kekancingan abdi dalem karena ia merasa Raja Kraton Ngayogyakarta sudah bukan raja lagi karena sudah menyimpang dengan mengganti gelar Sultan.

Gusti Cakra mengatakan jika sudah mengembalikan surat kekancingan abdi dalem otomatis nama Mas Wedono Nitikartiyo dicabut, dan honor sebagai abdi dalem pun dicabut.

“Kecuali yang bersangkutan mengajukan kembali,” katanya.

Gusti Cakra mengaku baru kali ini ada yang mengembalikan kekancingan abdi dalem. Dia khawatir akan diikuti abdi dalem lainnya sehingga bisa mengancam kekosongan abdi dalem Kraton. (Mediani Dyah Natalia/Harian Jogja/JIBI).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sabda Raja

Sumber : JIBI

Editor : Yusran Yunus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top