Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Lepas dari RNI, Ismed Hasan Putro Fokus Ibadah dan Bisnis

"Saya akan fokus ibadah dulu deh, selanjutnya mengembangkan bisnis saya sendiri mulai dari properti hingga perkebunan sawit," kata mantan Dirut Rajawali Nusantara Indonesia. Ia merindukan Baitullah. Sudah 3 tahun ini sang bujangan tidak umrah lantaran sibuk mengurus RNI.
Lahyanto Nadie
Lahyanto Nadie - Bisnis.com 06 Mei 2015  |  13:18 WIB
Ismed Hasan Putro - Bisnis
Ismed Hasan Putro - Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA - "Saya akan fokus ibadah dulu deh, selanjutnya mengembangkan bisnis saya sendiri mulai dari properti hingga perkebunan sawit," kata mantan Dirut Rajawali Nusantara Indonesia (RNI).

Ismed memang merindukan Baitullah. Sudah 3 tahun ini ia tidak umrah lantaran sibuk mengurus RNI, yang dijabatnya sejak Maret 2012. "Alangkah nikmatnya menunaikan ibadah Ramadhan di Mekkah dan Madinah. Ini yang akan saya lakukan setelah tidak menjabat sebagai Dirut RNI," begitu kata Ismed kepada Bisnis.com siang ini, Rabu (6 Mei 2015).

Bagi Ismed, mengurus bisnis miliknya sendiri tentu lebih menyenangkan. Ia memiliki bisnis properti di Bandung dan Lombok. Lokasi perkebunan sawit miliknya berada di Riau.

Hari ini ramai diberitakan Ismed Hasan Putro yang diberhentikan dari Dirut RNI oleh Menteri BUMN Rini Suwandi. Kemarin, Selasa 5 April, dilakukan serah terima jabatan direktur utama itu. Namun belum jelas siapa pengganti bujangan asal Malang itu. Mengenai penggantiannya itu, Ismed enggan berkomentar. Yang jelas, ia berprasangka baik terhadap kebijakan Menteri BUMN itu.

Ismed memang kerap bersuara lantang menentang mafia gula dan beras. Kartel pangan, katanya, gerah dengan komitmen Presiden Jokowi untuk swasembada pangan, khususnya beras, gula, daging, jagung dan kedelai.

Jika program itu dijalankan secara konsisten, kata Ismet, akan menghilangkan potensi rente yang selama ini triliunan rupiah bisa dinikmati oleh para pihak yang ada dalam jaringan dan kaki tangan kartel.
 
Salah satu strateginya meredam aksi mafia itu ia menggandeng Perum Bulog untuk membantu pemerintah stabilkan harga pangan.

Bulog memasok kebutuhan beras untuk didistribusikan melalui Waroeng Rajawali dan Rajawalimart yang gerainya telah berjumlah ratusan. Ritel milik RNI dapat menjadi simpul pendistribusian bahan pokok. Selanjutnya merambah pada kebutuhan pokok lainnya, seperti daging sapi. RNI punya peternakan sapi dan kini terus mengembangkan sapi sawit di Sumatera Selatan, sementara Bulog memiliki coolstorage dan tempat pemotongan.

RNI bergerak di empat bidang usaha yaitu agroindustri, farmasi dan alat kesehatan, perdagangan dan distribusi serta properti. Saat ini RNI sebagai perusahaan induk memiliki 13 anak perusahaan.

Dalam bidang agroindustri, RNI memiliki dan mengelola 10 pabrik gula yang tersebar di Jawa Barat, Yogyakarta dan Jawa Timur, perkebunan sawit dan perkebunan teh serta beberapa pabrik pengolahan produk hulu dan samping berbasis tebu.

Di bidang perdagangan dan distribusi, RNI memiliki anak perusahaan dengan cabang-cabang yang terdapat di kota besar seluruh Indonesia dan gerai - gerai mini market dengan nama Rajawali Mart dan Waroeng Rajawali di Bali, Lombok, Makasar, Surabaya, Malang, Semarang, Jabodetabek, Serang Banten, Medan, menyusul akan dibuka di Yogyakarta, Palembang, Cirebon, Solo dan Madiun serta beberapa kota yang tengah digarap di Indonesia. Di bidang farmasi dan alat kesehatan meliputi pabrik obat, pabrik alat suntik  dan kondom.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ismed hasan putro
Editor : Lahyanto Nadie

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top