Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Arah Koalisi PAN Berubah? Ini kata Zulkifli

Kunjungan Ketua Umum Partai Amanat Nasional Zulkifli Hasan di Istana Kepresidenan memberi sinyal partai berlambang matahari itu bakal bergabung dengan partai koalisi pendukung pemerintah.
Akhirul Anwar
Akhirul Anwar - Bisnis.com 20 April 2015  |  15:39 WIB
Ketua MPR Zulkifli Hasan - Antara
Ketua MPR Zulkifli Hasan - Antara

Kabar24.com, JAKARTA - Kunjungan Ketua Umum Partai Amanat Nasional Zulkifli Hasan di Istana Kepresidenan memberi sinyal partai berlambang matahari itu bakal bergabung dengan partai koalisi pendukung pemerintah.

Silaturahmi Zulkifli bersama pengurus partai lain Waketum Asman Abnur dan Sekjen Eddy Soeparno berjudul menyampaikan undangan pelantikan kepengurusan sekaligus Rakernas periode 2015-2020 awal mei mendatang di Hotel Bidakara.

Awalnya saat masuk ke Istana Zulkifi yang juga Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat, bilang pertemuan dengan presiden tidak ada kaitannya dengan lembaga yang dipimpinnya. Tetapi setelah pertemuan, ia membicarakan hubungan antar lembaga negara yang sering bergesekan.

Terlepas kunjungannya atas nama Ketum PAN atau Ketua MPR, Zulkifli bertemu presiden Jokowi cukup lama. Hampir dua jam mereka berada di dalam Istana Kepresidenan. Tetapi yang disampaikan kepada awak media hanya tentang hubungan antar lembaga negara dan undangan menghadiri rakernas.

Kemungkinan membicarakan soal koalisi partai, bekas menteri kehutanan itu berkilah. Pasalnya saat Kongres PDI-P di Bali beberapa waktu lalu Zulkifli adalah satu-satunya perwakilan Koalisi Merah Putih yang hadir meskipun atas nama Ketua MPR.

"Kan sudah rapat terus. Presiden itu kepala negara, presiden kita semua dan ingat bahwa silaturahmi itu penting. Jangan sampai kita mengorbankan kepentingan lebih besar gara-gara KMP dan KIH. Tidak boleh begitu," katanya di Kompleks Istana Kepresiden, Senin (20/4/2015).

Sebelum Zulkifli, tokoh PAN yang datang ke Istana adalah Soetrisno Bachir. Ketua Majelis Pertimbangan Partai itu datang ke Istana pada 8 April 2015 atau saat dimulai Kongres PDI-P Bali. Waktu itu ia memberi undangan mantu kepada Jokowi sebagai sahabat lama.

Cukup lama pertemuan dengan Jokowi sekitar 45 menit diskusi tentang pertumbuhan ekonomi dan politik. Di depan presiden, Soetrisno mengatakan bahwa PAN menjadi partai yang menenangkan keadaan politik nasional dan fokus pada kesejahteraan rakyat dan menumbuhkan ekonomi.

Sementara Zulkifli yang datang dua pekan setelah Soetrisno juga mengatakan hal yang sama bahwa PAN mendukung program-program pemerintah yang pro rakyat. Bahkan ia mengklaim sebagai partai yang paling mendukung program-program pemerintah meskipun berada di luar pemerintah.

"Di luar itu kan terhormat, ya enggak apa-apa. Bukan berarti kita tidak mendukung pemerintah, program-program yang bagus pro rakyat kita dukung. Selama ini kan mendukung terus, yang paling mendukung saya kira kita. Kalau ada yang tidak pro rakyat tentu kita paling depan mengkritisi," ujar Zulkifli.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

zulkifli hasan
Editor : Bastanul Siregar

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top