Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

IMF: Ekonomi Tumbuh Kian Tak Merata

Dana Moneter Internasional (IMF) menyatakan pertumbuhan ekonomi global masih moderat, sedangkan perbedaan pertumbuhan negara-negara maju kian tidak merata.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 15 April 2015  |  10:40 WIB
Wakil Direktur IMF untuk penelitian Gian Maria Milesi-Ferretti .  - reuters
Wakil Direktur IMF untuk penelitian Gian Maria Milesi-Ferretti . - reuters

Kabar24.com, JAKARTA - Dana Moneter Internasional (IMF) menyatakan pertumbuhan ekonomi global masih moderat, sedangkan perbedaan pertumbuhan negara-negara maju kian tidak merata.

Perbedaan pertumbuhan itu terjadi  di tengah dampak yang berbeda-beda dari fluktuasi mata uang dan harga minyak yang lebih rendah. Ekonomi global diperkirakan tumbuh 3,5% persen pada 2015 atau setara dengan perkiraan yang dibuat pada Januari.

“Tingkat pertumbuhan diperkirakan akan menjadi 3,8% pada 2016,” menurut IMF dalam laporan dua kali setahun berjudul World Economic Outlook (WEO) sebagaimana dikutip Reuters, Rabu (15/4/2015).

Beberapa negara maju dan beberapa pasar negara berkembang dilaporkan masih berurusan dengan warisan krisis. Selain itu juga terjadi kesenjangan output negatif dan tingginya utang swasta atau pemerintah maupun kedua-duanya, menurut laporan tersebut.

Pertumbuhan di Amerika Serikat (AS) diproyeksikan akan mencapai 3,1% pada 2015, dengan permintaan domestik didukung oleh harga minyak yang lebih rendah, penyesuaian fiskal yang lebih moderat, dan berlanjutnya dukungan dari sikap kebijakan moneter yang akomodatif.

Ekonomi China diperkirakan tumbuh moderat 6,8% pada 2015 dan 6,3% pada 2016. Tingkat pertumbuhan Tiongkok tercatat sebesar 7,4% pada 2014.

"Kami pikir itu adalah perlambatan yang baik untuk China," ujar Wakil Direktur IMF untuk penelitian Gian Maria Milesi-Ferretti . []


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ekonomi global imf

Sumber : Reuters

Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top