Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

TNI Usul Kantor Urusan Agama Dijadikan Basis Cegah Radikalisme

TNI Angkatan Darat mewacanakan kerjasama dengan Kementerian Agama untuk menjadikan Kantor Urusan Agama sebagai tempat untuk urusan menghalau ajaran radikalisme.
Dika Irawan
Dika Irawan - Bisnis.com 09 April 2015  |  13:03 WIB
TNI - Ilustrasi
TNI - Ilustrasi
Kabar24.com, JAKARTA - TNI Angkatan Darat mewacanakan kerja sama dengan Kementerian Agama untuk menjadikan Kantor Urusan Agama sebagai tempat untuk urusan menghalau ajaran radikalisme.
 
"Selama ini kan hanya sekadar tempat untuk keperluan menikah dan haji. Padahal kalau kita budayakan bisa untuk memetakan potensi radikalisme," kata Wakil Kepala Staf Angkatan Darat Letnan Jenderal M. Munir saat ditemui seusai Rapat Koordinasi TNI Manunggal Membangun Desa di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Kamis (9/4/2015).
 
Letjen M. Munir mengatakan nantinya para petugas Kemenag di KUA dapat bekerja sama dengan para Babinsa yang tersebar di seluruh wilayah untuk melakukan pemetaan terhadap potensi-potensi radikalisme di berbagai tempat.
 
"Akan digarap oleh staf Kemenag dan Babinsa denga sangat kuat dan strategis."
 
Dengan demikian, penanganan terhadap potensi radikalisme terutama di wilayah pedesaan dapat berjalan lebih efektif.
 
Dia mengatakan dalam waktu dekat pihaknya akan menerbitkan nota kesepemahaman antara TNI AD dan Kemenag untuk menyikapi fenomena radikalisme.
 
"Sikapi fenomena itu akan ada MOU dengan Kasad dan Menag digodok untuk memberdayakan KUA," katanya.
 
Dia mengatakan saat pelaksanaannya akan disesuaikan dengan kompetensi masing-masing antar kedua instansi terutama aspek mental dan relijius. Menurutnya, TNI akan merespons cepat untuk melakukan pencegahan terhadap potensi radikalisme.
 
"Jangan sampai kita kecolongan," katanya.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tni kemenag
Editor : Yusuf Waluyo Jati

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top