Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ekspor Terpukul, Pengusaha Riau Cenderung Menunggu

Penurunan nilai ekspor Provinsi Riau sepanjang Januari - Februari 2015 yang turun 11,23% dibandingkan tahun sebelumnya diperkirakan karena pengusaha menunggu perbaikan ekonomi dari pemerintah pusat dan daerah.
Arif Gunawan & Gemal Abdel Nasser P.
Arif Gunawan & Gemal Abdel Nasser P. - Bisnis.com 06 April 2015  |  19:30 WIB

Bisnis.com, PEKANBARU—Penurunan nilai ekspor Provinsi Riau sepanjang Januari - Februari 2015 yang turun 11,23% dibandingkan tahun sebelumnya diperkirakan karena pengusaha menunggu perbaikan ekonomi dari pemerintah pusat dan daerah.

Sekretaris Jenderal Dewan Pengurus Daerah Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Provinsi Riau Peri Akri mengatakan pihaknya sudah sering menerima keluhan dari pelaku usaha yang ada di Riau.

"Kondisi ekonomi di Indonesia saat ini penuh ketidakpastian, seperti pelemahan nilai tukar rupiah dan beragam kebijakan kontroversi dari pusat yang membuat pengusaha cenderung menunggu," katanya kepada Bisnis, Senin (6/4).

Akibatnya, banyak proyek atau rencana ekspansi bisnis yang telah disiapkan pengusaha terpaksa ditunda. Kondisi ini dinilai Peri turut mendorong turunnya nilai ekspor dari Riau ke luar negeri.

Sedangkan di daerah, khususnya Pemerintah Provinsi Riau yang saat ini masih dijabat pelaksana tugas gubernur, belum bisa berbuat banyak dan mengambil keputusan strategis untuk menjalankan program dan kegiatan ekonomi di Riau.

Pihaknya berharap pemerintah di pusat dan daerah bisa segera menyelesaikan beragam masalah yang terjadi itu, sehingga pengusaha bisa menjalankan aktifitas bisnisnya dengan lebih optimistis dan bisa segera ekspansif.

"Karena kalau kondisinya penuh dengan ketidakpastian, tentu pengusaha tidak mau mengambil resiko itu," katanya.

Senada dengan pernyataan itu, Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Bidang Ekonomi Daerah Viator Butar Butar mengatakan melemahnya nilai ekspor Riau karena penguatan dollar terhadap rupiah.

"Faktor utamanya kami melihat dari penguatan dollar terhadap rupiah, termasuk penguatan mata uang Euro dan Yuan," katanya.

Namun pihaknya optimistis pelemahan ekspor Riau di awal tahun tidak menjadi kecenderungan hingga akhir tahun, karena nilai yang tercatat baru dua bulan di awal 2015.

Sebelumnya Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Riau Mawardi Arsyad mengatakan secara kumulatif, nilai ekspor Januari-Februari 2015 senilai US$2,47 milliar atau turun 11,23% bila dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu yang mencapai nilai US$2,79 miliar.

Kontribusi penurunan terbesar disumbang ekspor non migas yang tercatat anjlok sebesar 11,46% yaitu senilai US$1,70 miliar pada Januari-Februari 2015 sedangkan tahun lalu mencapai US$1,92 miliar.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

komoditas unggulan
Editor : Bastanul Siregar

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top