Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bambang Widjojanto Keluhkan Penambahan Pasal. Ini Penjelasan Wakapolri

Menanggapi surat keberatan Bambang Widjojanto terhadap adanya penambahan pasal, Wakapolri Komjen Pol. Badrodin Haiti mengatakan penambahan pasal itu dimungkinkan.
Dika Irawan
Dika Irawan - Bisnis.com 27 Februari 2015  |  15:54 WIB
Wakapolri Komjen Pol. Badrodin Haiti
Wakapolri Komjen Pol. Badrodin Haiti

Kabar24.com, JAKARTA -- Pihak Bambang Widjojanto menyatakan keberatan atas terjadinya penambahan pasal terkait penetapan Wakil Ketua KPK nonaktif ini sebagai tersangka.

Menanggapi surat keberatan Bambang Widjojanto terhadap adanya penambahan pasal, Wakapolri Komjen Pol. Badrodin Haiti mengatakan penambahan pasal itu dimungkinkan.

"Karena setiap satu perbuatan bisa saja di juncto-kan pada pasal-pasal yang lain. Kemungkinan bisa masuk juga di pasal itu, karena di dalam hukum banyak penafsiran yang harus kita hormati," kata Badrodin di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (27/2/2015).

Penentuan pasal dilakukan sesudah dilakukan kajian antara tim penyidik Bareskrim Polri dengan ahli dan pihak kejaksaan. "Sehingga nanti dakwaan jaksa ada dakwaan primer, subsider dan lebih subsider," kata Badrodin.

Ditanya kenapa tiap pemanggilan BW ada penambahan pasal, Badrodin mengatakan penambahan demikian merupakan hasil pemeriksaan saksi.

"Bisa terus berkembang dengan yang lain-lain dan itu jadi dinamika penyidikan, dan itu tidak dilarang dalam ketentuan UU," ujar Badrodin.

Selasa lalu, Bambang Widjojanto mempertanyakan penambahan Pasal 56 pada pemanggilannya dengan mengirimkan surat keberatan kepada Wakapolr dan Dirtipideksus.

Karena keberatan itu pula dia enggan memenuhi panggilan Bareskrim sebelum mendapatkan jawaban atas keberatannya tersebut.

Seperti dilaporkan, BW disangkakan melakukan tindak pidana memberikan keterangan palsu di bawah sumpah sebagaimana Pasal 242 ayat 1 KUHP jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP jo Pasal 55 ayat 1 ke 2 KUHP jo Pasal 56 KUHP.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bambang widjojanto KPK vs Polri
Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top