Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Biar Jera, Maniak Seks akan Dicekoki Obat Penghilang Nafsu

Pemerintah kaji penerapan hukuman penghilangan nafsu seksual kepada pelaku kejahatan seksual untuk menimbulkan efek jera.
Lili Sunardi
Lili Sunardi - Bisnis.com 25 Februari 2015  |  19:34 WIB
Biar Jera, Maniak Seks akan Dicekoki Obat Penghilang Nafsu
Menteri Kesehatan Nila Moeloek mengatakan kejahatan seksual seperti pemerkosaan cukup keterlaluan, sehingga perlu dikaji penerapan hukuman penghilangan nafsu seksual dengan cara memberikan obat. - Ilustrasi Pelecehan seksual/idiva.com
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah kaji penerapan hukuman penghilangan nafsu seksual kepada pelaku kejahatan seksual untuk menimbulkan efek jera.

Nila Moeloek, Menteri Kesehatan, mengatakan kejahatan seksual seperti pemerkosaan cukup keterlaluan, sehingga perlu dikaji penerapan hukuman penghilangan nafsu seksual dengan cara memberikan obat.

“Kami masih hatus mempelajari ini, karena katanya di Eropa sudah ada obat yang digunakan untuk menghilangkan nafsu seksual pelaku kejahatan seks,” katanya di Kompleks Istana Kepresidenan, Rabu (25/2/2015).

Nila menuturkan sebelum menerapkan hukuman tersebut, nantinya perlu dikaji latar belakang pelaku melakukan tindakan tersebut, untuk kemudian dinilai apakah layak menerima hukuman yang berdampak seumur hidup tersebut.

Menurutnya, faktor kemiskinan juga menjadi salah satu penyebab pelaku melakukan kejahatan seksual kepada keluarganya sendiri atau incest. Dengan gaya hidup yang kurang layak, pelaku dapat dengan bebas melakukan kekerasan seksual kepada anggota keluarganya.

“Mungkin saat ini perlu dilakukan revolusi mental yang dimulai dari anak-anak unyuk mencegah terjadinya kekerasan,” ujarnya.

Revolusi mental tersebut juga dilakukan untuk mengurangi tingkat pengunaan narkoba di kalangan anak-anak. Pasalnya, penggunaan narkoba saat ini sangat rentan dengan tidak kejahatan dan kekerasan lainnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kekerasan seksual kementerian kesehatan
Editor : Yusuf Waluyo Jati
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top