Awak Damri Surabaya Mogok Kerja, Protes Komisi Dipangkas

Sektor transportasi Jawa Timur kembali bermasalah, setelah ratusan awak Perum Damri (Persero) di Surabaya mogok kerja dan menelantarkan penumpang untuk menuntut kenaikan gaji, serta mendesak dikembalikannya komisi sopir sebesar 20%.nn
Wike Dita Herlinda | 02 Februari 2015 16:40 WIB

Kabar24.com, SURABAYA—Sektor transportasi Jawa Timur kembali bermasalah, setelah ratusan awak Perum Damri (Persero) di Surabaya mogok kerja dan menelantarkan penumpang untuk menuntut kenaikan gaji, serta mendesak dikembalikannya komisi sopir sebesar 20%.

Para sopir dan kernet perusahaan bus pelat merah jurusan PAC8, P4, P1, P3, dan E1 itu menolak beroperasi pada Senin (2/2), dan memilih duduk-duduk saja di Pangkalan Bus Jagir, Surabaya Selatan untuk menuntut pembatalan pengurangan fee menjadi hanya 10%.

Dampak dari aksi mogok besar-besaran tersebut, para penumpang bus Damri dari terminal lain di Surabaya dan Sidoarjo—seperti Osowilangun dan Purabaya, Bungurasih—terpaksa harus berpindah tumpangan ke bus-bus milik perusahaan swasta.

Kepala Bidang Angkutan Dinas Perhubungan Surabaya Tunjung Iswandaru menjelaskan pihaknya akan menjamin tidak ada penumpang yang terlantar. “Semua akan kami naikkan bus swasta,” katanya, Senin (2/2/2015).

Sementara itu, Kepala Unit Pelayanan Terpadu Daerah Terminal Purabaya May Ronald menjabarkan bus Damri yang mogok di wilayah kerjanya adalah jurusan Purabaya-Darmo-Perak, Purabaya-Tol Waru-Perak, Wilangon-Purabaya, dan Darmo-Purabaya-Perak.

May mengaku pihaknya telah mengantisipasi aksi mogok awak Damri sejak Minggu malam (1/2). “Sejauh ini, masih terkendali, tidak ada penumpang yang [terlantar]. Kami sementara ini alihkan ke bus swasta.”

Pihak Damri masih belum memberikan tanggapan resmi terkait aksi karyawan-karyawannya, yang mendesak perusahaan untuk menaikkan gaji sesuai upah minimum kabupaten/kota (UMK) Surabaya senilai Rp2,7 juta sebagaimana diketok dalam Pergub No.72/2014.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
damri, aksi protes

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top