Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Mekanisasi Tebu: PTPN X Libatkan Ratusan Petani

Guna meningkatkan kesadaran menerapkan mekanisasi di kalangan petani tebu, PT Perkebunan Nusantara (PTPN X) menggelar workshop di Malang selama 28-29 Januari 2015 yang melibatkan 150 orang petani tebu dari 11 Pabrik Gula (PG).
Wike Dita Herlinda
Wike Dita Herlinda - Bisnis.com 28 Januari 2015  |  14:36 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

Bisnis.com, MALANG - Guna meningkatkan kesadaran menerapkan mekanisasi di kalangan petani tebu, PT Perkebunan Nusantara (PTPN X) menggelar workshop di Malang selama 28-29 Januari 2015 yang melibatkan 150 orang petani tebu dari 11 Pabrik Gula (PG).

Selain itu, hadir pula 50 orang dari petugas lapangan, Asosiasi Petani Tebu Rakyat (APTR), dan Koperasi Petani Tebu Rakyat (KPTR).

"Dalam workshop ini, petani memberikan testimoni keberhasilan penerapan mekanisasi. Mereka berbagi pengalaman serta ada pemberian materi-materi pelaksanaan mekanisasi," ujar Direktur Produksi PTPN X Sutaryanto, Rabu (28/1/2015).

Kontingen terbanyak adalah petani-petani tebu dari PG Tjoekir (Jombang), PG Pesantren Baru (Kediri), PG Ngadiredjo (Kediri), dan PG Gempolkrep (Mojokerto). Hal ini menunjukkan tingginya minat petani di keempat PG tersebut untuk menerapkan mekanisasi.

Rencanaya, pasca-workshop mekanisasi tebu, akan dipilih beberapa peserta untuk mengikuti studi banding di PG Bunga Mayang Lampung dan Thailand.

"Kami berupaya meningkatkan pemahaman petani bahwa mekanisasi berdampak positif terhadap keberhasilan penanaman tebu. Memang, mekanisasi meniscayakan adanya investasi alat atau mesin, tetapi itu bisa dilakukan melalui dana bergulir dari PKBL PTPN X yang didapatkan dari berbagai pihak, termasuk kucuran dana dari BNI," ujar Sutaryanto.

PTPN X juga meningkatkan kemampuan petani dalam hal manajeman mekanisasi untuk meminimalisasi biaya operasional alat. Sehingga, penggunaan alat mekanisasi menjadi efektif dan efisien.

"Misalnya, bagaimana alat yang bisa menggarap sekian hektar per hari bisa ditingkatkan menjadi lebih luas hasil garapannya. Dengan demikian, biaya operasional alat tetap, tetapi hasilnya lebih besar," jelasnya.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ptpn x
Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top