Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KPK VS POLRI: Tim Independen Punya 30 Hari Untuk Cari Fakta

Tim independen yang dibentuk Presiden Joko Widodo memiliki waktu 30 hari untuk mengumpulkan fakta dan membuat rekomendasi penyelesaian masalah yang melibatkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri).
Lili Sunardi
Lili Sunardi - Bisnis.com 27 Januari 2015  |  16:30 WIB
Sebagian anggota tim independen (berbaris di belakang) saat mendampingi Presiden Joko Widodo memberikan kterangan pers di Istana Merdeka, Minggu 25 Januari 2015. - Antara
Sebagian anggota tim independen (berbaris di belakang) saat mendampingi Presiden Joko Widodo memberikan kterangan pers di Istana Merdeka, Minggu 25 Januari 2015. - Antara

Kabar24.com, JAKARTA--Tim independen yang dibentuk Presiden Joko Widodo memiliki waktu 30 hari untuk mengumpulkan fakta dan membuat rekomendasi penyelesaian masalah yang melibatkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri).

Jimly Asshiddiqie, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, mengatakan tim yang beranggotakan sembilan orang dari unsur akademisi, mantan pimpinan KPK dan Polri itu memiliki masa tugas 30 hari, dan dapat diperpanjang satu kali selama 30 hari.

"Kepres [Keputusan Presiden]-nya sudah ada, tinggal ditandatangani Presiden," katanya di Kantor Sekretariat Negara, Selasa (27/1/2015).

Tim yang dinamai Tim Penyelesaian Hubungan Lembaga Penegak Hukum dan Lembaga Lainnya Dalam Rangka Pemberantasan Korupsi itu diketuai Syafii Maarif, Jimly Asshidiqie sebagai wakil ketua, dan Hikmahanto Juwana menjadi sekretaris tim.

Kemudian, Erry Riyana Hardjapamekas, Tumpak Hatorangan Panggabean, Bambang Widodo Umar, Oegroseno, Sutanto, dan Imam Prasodjo sebagai anggota tim tersebut.

Jimly menuturkan keberadaan mantan pimpinan KPK dan Polri dalam tim tersebut tidak akan mempengaruhi kemandiriannya dalam bekerja.

"Mereka tidak bisa lagi disebut mewakili KPK atau Polri, karena mereka adalah negarawan yang independen dan mampu memberi masukan kepada Presiden," ujarnya.

Menurutnya, tim tersebut bertugas mencari fakta, dan akar masalah untuk kemudian mengusulkan solusi penyelesaiannya kepada Presiden.

Usulan tersebut pun dapat diberikan kapan saja, sesuai kebutuhan untuk menyelesaikan masalah.

"Usulan itu juga bisa terkait orang Polri yang ditangani KPK, dan orang KPK yang ditangani Polri," ucapnya.

Tim tersebut juga nantinya memiliki kewenangan untuk mendatangi dan mengundang pihak terkait untuk mendapatkan fakta yang diperlukan.

Akan tetapi, tim tersebut tidak akan mencampuri proses hukum yang sedang berjalan di kedua lembaga itu.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

KPK vs Polri
Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top