Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Turki Larang Facebook Memuat Kartun Nabi Muhammad

Pengadilan Turki memerintahkan Facebook untuk memblokir sejumlah halaman yang terindikasi menghina Nabi Muhammad dan akan menutup akses media sosial itu ke seluruh jejaring sosial jika tidak mematuhinya, menurut sebuah laporan media.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 26 Januari 2015  |  16:30 WIB
Majalah satir Charlie Hebdo yang terbit setelah tragedi penembakan di kantor redaksi majalah satir tersebut - Reuters
Majalah satir Charlie Hebdo yang terbit setelah tragedi penembakan di kantor redaksi majalah satir tersebut - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA—Pengadilan Turki memerintahkan Facebook untuk memblokir sejumlah halaman yang terindikasi menghina Nabi Muhammad dan akan menutup akses media sosial itu ke seluruh jejaring sosial jika tidak mematuhinya, menurut sebuah laporan media.

Perintah dari pengadilan itu dikeluarkan kemarin setelah sebelumnya menerima gugatan publik, menurut, televisi TRT milik pemerintah sebagaimana dikutuip Reuters, Senin (26/1/2015). Namun hingga kini belum ada konfirmasi dari pihak Facebook atas perintah tersebut.

Langkah itu diambil pengadilan sebagai upaya untuk memberangus materi yang menyinggung masalah sensistivitas agama. Maklum Turki merupakan negara yang sebagian besar warganya beragama Islam.

Presiden Turki dalam sejumlah kebijakannya terus mengupayakan program yang Islami.

Awal bulan ini, sebuah harian juga digugat ke pengadilan karena memperbanyak majalah Charlie Hebdo. Sebelumnya sejumlah wartawan majalah tersebut dibantai oleh kelompok yang diduga marah karena majalah itu menampilkan kartun Nabi Muhammad.

 

 

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

turki Charlie Hebdo

Sumber : Reuters

Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top