Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Penyanyi Calvin Jeremy Tak Persoalkan 'Bang Haji' Rhoma Jadi Komisioner Kemenkumham

Penyanyi Calvin Jeremy menyatakan tidak masalah Rhoma Irama duduk sebagai komisioner Lembaga Manajemen Kolektif Nasional Kementerian Hukum dan Hak Asazi Manusia (HAM).
M. Sofi’I
M. Sofi’I - Bisnis.com 23 Januari 2015  |  19:21 WIB
Raja Dangdut Rhoma Irama - Antara
Raja Dangdut Rhoma Irama - Antara

Bisnis.com, MALANG - Penyanyi Calvin Jeremy menyatakan tidak masalah Rhoma Irama duduk sebagai komisioner Lembaga Manajemen Kolektif Nasional Kementerian Hukum dan Hak Asazi Manusia (HAM).

Selain Rhoma Irama, sejumlah musisi kawakan juga didaulat untuk duduk sebagai pimpinan yakni Ebiet G. Ade, James F. Sondakh dan Adi KLa Project. Lembaga tersebut  berfungsi mengkoordinasikan dan mengawasi pengumpulan royalti oleh lembaga manajemen kolektif di bawahnya.

Nantinya tempat-tempat umum atau kegiatan yang menggunakan musik, seperti kafe, tempat karaoke, dan pentas seni, harus membayar royalti yang diatur oleh lembaga yang tersebut terbentuk berdasarkan Undang-undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta.

Menurut Calvin Jeremy, dirinya secara pribadi tidak mempermasalahkan Raja Dangdut Rhoma Irama duduk sebagai komisioner. Siapapun yang duduk di lembaga tersebut tentunya memiliki kompetensi.

“Harapannya dengan adanya Lembaga Manajemen Kolektif Nasional masalah yang terkait dengan royalti para musisi maupun penyanyi bisa terurus dengan lebih baik dari yang ada selama ini,” kata Calvin, Jumat (23/1/2015).

Selama ini masalah royalti memang menjadi harapan sebagian besar musisi maupun penyanyi. Selain itu keberadaan lembaga tersebut juga bisa menjadi jawaban dalam era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) 2015.

Mengingat tantangan yang bakal dihadapi oleh penyanyi di Indonesia tidak hanya akan datang dari dalam negeri,  melainkan juga dari penyanyi dari Asean yang notabene memiliki kualitas dan kemampuan yang bagus.

“Salah satu tantangannya adalah Filipina. Di Filipina everybody can sing. Apalagi Bahasa Inggris adalah bahasa kedua mereka,” jelasnya.

Karena itu, penyanyi Indonesia saat ini dituntut mampu mengembangkan diri termasuk menguasai bahasa Inggris. Karena tanpa kemampuan berbahasa Inggris akan menjadi kendala bagi penyanyi asal Indonesia untuk tampil di luar negeri.

Namun begitu Jeremi optimistis penyanyi di dalam negeri bisa bersaing dengan penyanyi dari Asean. Hal itu tidak terlepas dari kemampuan yang dimiliki penyanyi Indonesia utamanya yang muda-muda.

“Dengan terus mengembangkan diri akan membuka peluang. Saya misalnya saat ini dipercaya menjadi brand ambassador Opera Software di Indonesia dengan merilis lagu Ada Untukmu. Harapannya langkah serupa juag bisa diikuti penyanyi lainnya,” ujarnya.

Sisi positif lainnya dari MEA adalah menjadi peluang bagi penyanyi asal Indonesia untuk tampil atau berkarya di luar negeri. Jika melihat kemampuan yang dimiliki penyanyi Indonesia saat ini peluang untuk go internasional sangat terbuka lebar.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

rhoma irama komisioner
Editor : Yusuf Waluyo Jati

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top