Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KASUS ABRAHAM SAMAD: KPK Tantang Hasto Beberkan Bukti

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menantang Pelaksana Tugas (Plt) Sekjen PDI-Perjuangan, Hasto Kristianto untuk membeberkan bukti-bukti bahwa Ketua KPK, Abraham Samad telah melakukan pertemuan dengan beberapa petinggi di PDI-P untuk meminta posisi sebagai Cawapres Jokowi pada saat Pilpres 2014.
Sholahuddin Al Ayyubi
Sholahuddin Al Ayyubi - Bisnis.com 22 Januari 2015  |  20:23 WIB
Ketua KPK Abraham Samad. Tantang Hasto beberkan bukti minta jadi wapres - Bisnis
Ketua KPK Abraham Samad. Tantang Hasto beberkan bukti minta jadi wapres - Bisnis

Kabar.com, JAKARTA--Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menantang Pelaksana Tugas (Plt) Sekjen PDI-Perjuangan, Hasto Kristianto untuk membeberkan bukti-bukti bahwa Ketua KPK, Abraham Samad telah melakukan pertemuan dengan beberapa petinggi di PDI-P untuk meminta posisi sebagai Cawapres Jokowi pada saat Pilpres 2014.

Menurut Deputi Pencegahan KPK, Johan Budi jika bukti yang dimiliki Hasto valid, maka secara institusi KPK akan menindaklanjutinya dengan melakukan klarifikasi terhadap Ketua KPK, Abraham Samad.

Namun jika bukti yang beberkan Hasto tidak valid, KPK menegaskan akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk melakukan perlawanan terhadap tuduhan PDI-P terhadap pimpinan KPK.

"Saya mengimbau kepada Pak Hasto dkk, kalau punya bukti yang firm, sampaikan kepada kami. Tapi kalau tidak ada buktinya, kami di KPK akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan," tutur Johan dalam konferensi persnya di Gedung KPK Jakarta, Kamis (22/1/2015).

Mantan Juru Bicara KPK tersebut juga menjelaskan bahwa seluruh pimpinan KPK sudah bertemu dan meminta klarifikasi terhadap Ketua KPK Abraham Samad atas tuduhan yang dilayangkan Hasto kepada Samad.

"‎Dengan tegas, Pak Abraham Samad sudah menyampaikan bahwa tuduhan yang disampaikan Pak Hasto dkk itu tidak benar dan fitnah," tukas Johan.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

abraham samad
Editor : Ismail Fahmi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top