Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Dirut Mandiri Sekuritas Dipanggil KPK

Direktur Utama Mandiri Sekuritas Abi Prayadi Priyanto dipanggil penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dengan perkara dugaan tindak pidana korupsi penerimaan hadiah dari pelaksanaan proyek PT Duta Graha Indah (DGI) dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) pembelian saham PT Garuda Indonesia.
Sholahuddin Al Ayyubi
Sholahuddin Al Ayyubi - Bisnis.com 19 Januari 2015  |  12:58 WIB
Dirut Mandiri Sekuritas dipanggil penyidik KPK terkait dengan perkara dugaan tindak pidana korupsi penerimaan hadiah dari pelaksanaan proyek PT Duta Graha Indah (DGI) dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) pembelian saham PT Garuda Indonesia - bisnis.com
Dirut Mandiri Sekuritas dipanggil penyidik KPK terkait dengan perkara dugaan tindak pidana korupsi penerimaan hadiah dari pelaksanaan proyek PT Duta Graha Indah (DGI) dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) pembelian saham PT Garuda Indonesia - bisnis.com

‎Bisnis.com, Jakarta - Direktur Utama Mandiri Sekuritas Abi Prayadi Priyanto dipanggil penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dengan perkara dugaan tindak pidana korupsi penerimaan hadiah dari pelaksanaan proyek PT Duta Graha Indah (DGI) dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) pembelian saham PT Garuda Indonesia.

Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK Priharsa Nugraha menjelaskan Abi akan diperiksa sebagai saksi untuk terpidana Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin.

"Diperiksa sebagai saksi untuk MNZ [Muhammad Nazaruddin]," tutur Priharsa saat dimintai konfirmasi, Senin (19/1/2015).

Selain Abi, dalam perkara yang sama KPK juga telah menjadwalkan pemanggilan terhadap pegawai Bank Sumsel Babel yaitu, Ira Fitria Kumala, Pelaksana Pengawasan Transaksi dan Investigasi BRI, Rafika Hendriyanti dan seorang staf unit kerja pengenalan nasabah BRI Agroniaga, Lesna May Astuti.

"Semuanya telah dipanggil dan akan diperiksa sebagai saksi untuk MNZ," tukas Priharsa.

‎Sebelumnya, dalam persidangan ‎kasus dugaan suap Wisma Atlet, terungkap melalui kesaksian Wakil Direktur Keuangan Grup Permai, Yulianis bahwa Muhammad Nazaruddin diduga telah melakukan pencucian uang (TPPU) dengan menggunakan uang hasil korupsinya untuk membeli saham maskapai Garuda Indonesia.

Yulianis sempat menyatakan bahwa Muhammad Nazaruddin telah‎ memborong saham maskapai Garuda Indonesia dengan total saham senilai Rp300,8 miliar pada 2010. Namun, pembelian tersebut tidak langsung melalui Nazaruddin tetapi melalui lima perusahaan yang merupakan anak perusahaan Permai Grup.

Atas perbuatannya, Nazaruddin dijerat dengan Pasal 3 atau Pasal 4 juncto Pasal 6 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU)‎.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kpk tppu mandiri sekuritas
Editor : Yusuf Waluyo Jati

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top