Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tragedi Charlie Hebdo: Menlu AS Datang, Prancis Tahan 12 Orang

Menjelang kedatangan Menlu AS John Kerry, hari ini aparat kepolisian menangkap 12 orang yang diduga ikut membantu serangan bersenjata terhadap sejumlah wartawan Charlie Hebdo Prancis beberap hari lalu.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 16 Januari 2015  |  16:35 WIB
Tragedi Charlie Hebdo: Menlu AS Datang, Prancis Tahan 12 Orang
Ilustrasi - Reuters

Kabar24.com, JAKARTA--Menjelang kedatangan Menlu AS John Kerry, hari ini aparat kepolisian menangkap 12 orang yang diduga ikut membantu serangan bersenjata terhadap sejumlah wartawan Charlie Hebdo Prancis beberap hari lalu.

Penangkapan itu dilakukan di wilayah selatan Prancis termasuk di Montrouge. Di lokasi itu seorang polisi wanita ditembak mati oleh milisi yang diduga kuat terkait dengan bantuan untuk serangan di Paris.

Sebanyak 17 korban dan tiga penyerang tewas dalam tiga hari sejak 7 Januari.

Kejadian itu berawal dari serangan ke kantor majalah Charlie Hebdo yang dinilai menistakan agama .

Majalah mingguan itu memuat karikatur Nabi Muhammad yang dinilai sebagai pemicu serangan tersebut.

Kerry tiba di Paris Kamis malam dan bertemu dengan Menlu Prancis  Laurent Fabius tadi pagi sebagaimana dikutip Reuters, Jumat (16/1/2015).

Kerry juga melakukan pertemuan dengan Presiden Francois Hollande.

"Untuk kebaikan Anda, kami harus membahas masalah tersebut,” ujarnya kepada Fabius.

Sejumlah pejabat senior sebelumnya tidak hadir pada aksi “pawai diam” yang digelar di Paris oleh para pemimpin sejumlah negara.

Pawai itu  merupakan bentuk ungkapan simpati pada korban tewas atas tragedi Charlie Hebdo.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

paris Charlie Hebdo

Sumber : Reuters

Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top