Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bus Trans Metro Akan Disewa Harian Oleh Pemkot Pekanbaru

Untuk mengantisipasi jelang berakhirnya kontrak kerja sama sewa bus Trans Metro antara Perusahaan Daerah Pembangunan Pekanbaru dengan pemilik bus PT Pracico Multi Finance, Pemerintah Kota Pekanbaru berencana menerapkan sistem sewa per hari.
Arif Gunawan
Arif Gunawan - Bisnis.com 18 Desember 2014  |  16:33 WIB

Bisnis.com, PEKANBARU -- Untuk mengantisipasi jelang berakhirnya kontrak kerja sama sewa bus Trans Metro antara Perusahaan Daerah Pembangunan Pekanbaru dengan pemilik bus PT Pracico Multi Finance, Pemerintah Kota Pekanbaru berencana menerapkan sistem sewa per hari.

Wali Kota Pekanbaru Firdaus mengatakan Pemkot menjamin operasional bus Trans Metro tidak akan dihentikan, meski kontrak kerja sama antara operator dengan pemilik bus belum didapatkan.

"Kami jamin operasional bus tidak akan dihentikan, karena ini menyangkut pelayanan kepada publik dan masyarakat umum," katanya di Balai Kota, Kamis (18/12/2014).

Kalaupun proses lelang tidak selesai sampai akhir 2014, Pemkot Pekanbaru akan mengambil kebijakan untuk menerapkan sistem sewa per hari pada total 75 unit bus Trans Metro yang beroperasi hingga sekarang.

Firdaus mengakui proses lelang bus Trans Metro masa sewa 2015 sudah dimulai pada pekan pertama Desember.

Dirinya berharap proses tersebut dapat berjalan lancar sehingga didapatkan kepastian perusahaan mana yang memenangkan tender sebagai penyedia bus Trans Metro tahun depan.

"Semoga urusan lelang ini bisa dirampungkan sebelum tahun baru, targetnya sekitar tanggal 30 Desember sudah selesai [kontrak sewa]," katanya.

Sebelumnya Direktur Utama PD Pembangunan Pekanbaru Heri Susanto mengatakan pihaknya memastikan akan menghentikan operasional bus TMP bila proses lelang kontrak baru dengan masa sewa 2015 tidak selesai sebelum kontrak berakhir.

“Karena kami membayarkan sewa bus berdasarkan kontrak yang sudah disepakati di perjanjian. Kalau kontraknya habis dan tidak diperbarui, tidak ada dasar hukum bagi kami membayarkan sewa bus tersebut,” katanya.

Menurut Heri, pihaknya telah berupaya menyampaikan masalah yang dihadapi PD Pembangunan Pekanbaru terkait operasional bus TMP ini kepada Wali Kota Pekanbaru dengan melayangkan surat pemberitahuan pada awal Desember lalu.

Isi surat tersebut menjelaskan situasi akan segera berakhirnya kontrak sewa bus yang selama ini sudah berjalan. Wali Kota juga diminta memberikan solusi dan arahan kepada PD Pembangunan Pekanbaru agar operasional bus TMP tidak terhenti.

“Tentu kalau sampai berhenti akan menimbulkan kepanikan dan menyusahkan masyarakat Pekanbaru. Data terakhir menunjukkan dalam sehari bus TMP mengangkut sampai 15.000 orang, nanti akibatnya penumpang ini akan terlantar,” katanya.

Heri mengatakan proses lelang sewa bus TMP masa operasional 2015 sudah berjalan di Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Pekanbaru.

Saat ini sudah masuk tahapan penawaran kepada perusahaan yang berminat untuk mengajukan penawaran lelang dengan nilai proyek lebih dari Rp19 miliar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pemkot pekanbaru
Editor : Martin Sihombing
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top