HARGA BERAS NAIK, Di Boyolali Capai Rp10.500 Per Kilogram

Harga beras kualitas premium yang dijual di pasar-pasar tradisional di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, sudah mencapai Rp10.500 per kilogram.
News Editor | 09 Desember 2014 17:51 WIB
Beras di penggilingan - jibi

Bisnis.com, BOYOLALI - Harga beras kualitas premium yang dijual di pasar-pasar tradisional di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, sudah mencapai Rp10.500 per kilogram.

"Harga beras kualitas medium maupun premium di pasar tradisional terus mengalami kenaikkan yang cukup signifikan," ujar Sri Wahyuni, Kepala Seksi Distribusi dan Perlindungan Konsumen Dinas Perindustrian dan Perdagangan Boyolali, Selasa (9/12).

Namun, kata Sri Wahyuni, persediaan beras di tempat penggilingan padi, distributor hingga pedagang di pasar masih mencukupi kebutuhan pembeli.

"Kenaikan harga beras kualitas premium memang sukup signifikan dari Rp9.500 per kg kini menjadi Rp10.500 per kg dan kualitas medium dari Rp7.300 per kg menjadi Rp8.200 per kg," kata Sri Wahyuni.

Menurut dia, kenaikan harga beras tersebut karena dampak tidak adanya pembagian raskin selama dua bulan ini, sehingga permintaan warga terus meningkat dan ditambah kenaikan harga BBM.

Selain itu, kata dia, juga diakibatkan banyaknya lahan pertanian yang gagal panen karena diserang hama di sejumlah wilayah sentra pertanian padi di wilayah Surakarta dan sekitarnya. Padahal, warga permintaan bertambah selama tidak ada pembagian raskin untuk November dan Desember tahun ini.

Ketua Pengusaha Beras dan Penggilingan Padi Jawa Tengah, Tulus Budiono, mengatakan, tingginya hara beras saat ini dampak permintaan konsumen terus meningkat. Karena, warga tidak menerima jatah raskin selam dua bulan, sehingga mereka terpaksa membeli ke pasar.

"Kenaikan harga beras dampak kenaikan harag BBM tidak begitu besar pengaruhnya. Justru akibat tidak ada pembagian raskin, warga terpaksa membeli barang kebutuhan pokok ke pasar," kata Tulus Budiono.

Tulus Budiono menjelaskan, harga beras kualitas medium atau untuk raskin di tingkat penggilingan sudah mencapai Rp7.200 per kg, sedangkan sebelum ada kenaikan hanya dijual antara Rp6.200 hingga Rp6.300 per kg, sedangkan kuliats premium sebelumnya hanya Rp8.400 per kg kini menjadi Rp9.400 per kg.

Namun, stok beras di wilayah Surakarta dab sekitar masih aman dan mencukupi.

Bahkan, sejumlah pengusaha beras dan penggilingan padi di Jateng banyak yang mengirimkan produksinya ke luar pulau terutama di daerah perkebunan Kelapa Sawit di Jambi dan Riau Sumatera, sedangkan lainnya di Pulau Kalimantan Barat.

Menurut dia, pihaknya kebanyakan mengirimkan beras ke antar pulau tersebut memiliki kualitas medium atau seperti untuk jatah raskin. Beras ini, justru yang disenangi di daerah itu, sehingga pasokannya dialihkan ke wilayah itu. (Antara)

Tag : Harga Beras
Editor : Bambang Supriyanto

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top