Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

POLLYCARPUS BEBAS: Komisi III DPR Panggil Menkumham

Komisi III DPR akan memanggil pemerintah, terutama Menteri Hukum dan HAM, terkait pembebasan bersyarat yang diberikan kepada Pollycarpus Budihari Prijanto, terpidana kasus pembunuhan aktivis hak asasi manusia (HAM) Munir Said Thalib.
Ismail Fahmi
Ismail Fahmi - Bisnis.com 01 Desember 2014  |  16:57 WIB
Menkumham Yasona Laoly. Akan dipanggil Komisi III DPR terkait pembebasan bersyarat  Pollycarpus Budihari Prijanto - Antara
Menkumham Yasona Laoly. Akan dipanggil Komisi III DPR terkait pembebasan bersyarat Pollycarpus Budihari Prijanto - Antara

Bisnis.com, JAKARTA--Komisi III DPR akan memanggil pemerintah, terutama Menteri Hukum dan HAM, terkait pembebasan bersyarat yang diberikan kepada Pollycarpus Budihari Prijanto, terpidana kasus pembunuhan aktivis hak asasi manusia (HAM) Munir Said Thalib.

"Kami akan memanggil dan meminta keterangan pemerintah (terkait pembebasan bersyarat Pollycarpus)," kata Wakil Ketua Komisi III DPR RI Benny K Harman di Gedung Nusantara II, Jakarta, Senin (1/12/2014).

Benny mengatakan sebelum Komisi III DPR meminta keterangan pemerintah, lebih baik Kemenkumham memberikan penjelasan secara terbuka kepada publik alasan kebijakan tersebut.

Benny mengatakan Komisi III menilai kebijakan pemerintah terhadap Pollycarpus merupakan pengkhianatan terhadap rasa keadilan masyarakat.

"Kebijakan ini tidak ada sensitivitas keadilan publik. Selain itu apakah fasilitas itu (pembebasan bersyarat) diberikan juga kepada seluruh napi," ujarnya seperti dikutip Antara.

Benny mengatakan layak atau tidaknya kebijakan itu sepenuhnya penilaian subjektif pemerintah dan DPR tidak ikut mengintervensi.

Namun, menurut dia, DPR sesuai dengan fungsi pengawasannya punya hak untuk mempertanyakan kebijakan pemerintah tersebut.

"Karena itu kami minta meminta kepada pemerintah untuk memberikan penjelasan secara terbuka kepada publik supaya publik tidak mencurigai bahwa pemberian fasilitas ini memiliki kepentingan-kepentingan itu," ujarnya.

Benny menegaskan jangan sampai ada dugaan bahwa pemberian fasilitas ini (pembebasan bersyarat) karena kepentingan politik tertentu dan didikte orang tertentu.

Pendiktean itu, menurut dia, dilakukan oleh tokoh-tokoh yang selama ini diduga melakukan pembunuhan secara berencana terhadap almarhum Munir.

"Menteri Hukum dan HAM memberikan fasilitas itu kepada narapidana yang selama ini menjadi sorotan publik di tingkat nasional dan di tingkat dunia," katanya.

Seperti diberitakan Bisnis.com, Pollycarpus Budihari Prijanto, terpidana kasus pembunuhan aktivis hak asasi manusia (HAM) Munir Said Thalib, resmi mendapat pembebasan bersyarat keluar dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat pada Sabtu (29/11).

Pollycarpus mengatakan pembebasan bersyaratnya itu sudah sesuai dengan prosedur yang berlaku.

Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasona Laoly menyatakan pembebasan bersyarat Pollycarpus Budihari Priyanto sudah sesuai dengan ketentuan.

Menurutnya,  Pollycarpus berhak mendapatkan bebas bersyarat karena telah menjalani dua per tiga masa hukumannya.

Menkumham mengaskan tindak pidana yang dilakukan Pollycarpus bukan termasuk tindak pidana khusus.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

komisi iii dpr
Editor : Ismail Fahmi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top