Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PEMBUNUHAN TKI DI HONG KONG: Sampel DNA Dua Korban Segera Dikirim

Sampel dua WNI korban pembunuhan sadis di Hong Kong akan segera dikirimkan ke Kepolisian Hong Kong guna proses identifikasi lebih lanjut.n
Dimas Novita Sari
Dimas Novita Sari - Bisnis.com 09 November 2014  |  14:29 WIB
PEMBUNUHAN TKI DI HONG KONG: Sampel DNA Dua Korban Segera Dikirim
Garis Polisi di lokasi pembuhuhan - Antara
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA-- Sampel dua WNI korban pembunuhan sadis di Hong Kong akan segera dikirimkan ke Kepolisian Hong Kong guna proses identifikasi lebih lanjut.

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Ronny F. Sompie mengatakan sampel DNA Sumatri Ningsih dan Seneng Mujiasih telah diserahkan oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Mabes Polri kepada Kementerian Luar Negeri (Kemenlu)

"Sudah diperoleh. Selanjutnya akan dikoordinasikan oleh Kemenlu dengan Pemerintah dan Kepolosian Hong Kong," katanya melalui pesan singkatnya kepada Bisnis, Minggu (9/11/2014).

Dia menyampikan dalam proses pengiriman sampel DNA, sampai proses identifikasi jenazah korban yang masih ada di Hong Kong hingga saat ini, Polri tidak turut serta.

Polri, sambungnya, hanya membantu mengumpulkan data antemortem dan tahapan selanjutnya diserahkan kepada Kemenlu dan Kepolisian Hong Kong.

"Dengan teknologi dan kerja sama dengan Kepolisian Hong Kong dan Kemenlu, Tim Polri tidak ke Hong Kong," ujar Ronny.

Pada kesempatan terpisah, Kepala Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri Komjen Pol Alius Suhardi menuturkan proses identifikasi Sumatri Ningsih dan Seneng Mujiasih lebih mudah ketimbang WNI lainnya, yang juga korban pembunuhan di Australia yakni Mayang Prasetyo.

Pasalnya, jasad Sumatri dan Seneng relatif utuh, jika dibandingkan dengan kondisi Mayang yang sudah terpenggal-penggal, diduga dimutilasi oleh kekasihnya Markus Peter Volke.

"[Identifikasi] kasus Hong Kong lebih mudah dari Australia karena belum rusak,' jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

PEMBUNUHAN WNI DI HONG KONG
Editor : Ismail Fahmi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top