Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Wamenkumham Bantah Diperiksa Kejaksaan Agung

Wakil Menteri Hukum dan HAM Denny Indrayana membantah dirinya telah diperiksa oleh tim penyidik Kejaksaan Agung (Kejakgung) untuk perkara dugaan tindak pidana pemberian gratifikasi dalam proses pengangkatan notaris dengan tersangka mantan Direktur Perdata Lilik Sri Hariyanto (LSH) dan Kasubdit Notariat Nur Ali (NA)
Sholahuddin Al Ayyubi
Sholahuddin Al Ayyubi - Bisnis.com 29 September 2014  |  16:13 WIB
Wamenkumham Bantah Diperiksa Kejaksaan Agung
Denny bantah diperiksa Kejaksaan Agung - JIBI

Bisnis.com, JAKARTA--Wakil Menteri Hukum dan HAM Denny Indrayana membantah dirinya telah diperiksa oleh tim penyidik Kejaksaan Agung (Kejakgung) untuk perkara dugaan tindak pidana pemberian gratifikasi dalam proses pengangkatan notaris dengan tersangka mantan Direktur Perdata Lilik Sri Hariyanto (LSH) dan Kasubdit Notariat Nur Ali (NA).

"Saya belum dipanggil, belum ada surat pemanggilan. Tapi supaya menunjukkan penghormatan saya pada proses ini, ya saya datang saja dulu," tutur Denny di Kejaksaan Agung Jakarta, Senin (29/9/2014).

Kendati demikian, Denny berharap dirinya dapat diperiksa sebagai saksi untuk perkara tersebut pada hari Jumat (3/10) nanti. Pasalnya Denny mengetahui betul bagaimana perkara gratifikasi tersebut telah terjadi di Kementeriannya.

"Tadinya saya mau diperiksa hari ini, tapi karena ada tugas dari Presiden, jadi Insya Allah hari Jumat (3/10)," kata Denny.

Menurut Denny, dirinya telah mendapatkan banyak laporan dari pihak yang telah diperas oleh LSH dan NA. Sehingga Denny berharap pihak Kejaksaan Agung dapat segera memanggil Denny sebagai saksi untuk perkara tersebut.

"Ini kan bisa terbongkar karena informasi dari mereka yang diperas," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

denny indrayana gratifikasi
Editor : Rachmad Subiyanto

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top