Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pasca Penyuntikan Stimulus ECB, Indeks Manufaktur dan Jasa Eropa Kian Melemah

Zona euro kembali mengalami tekanan setelah Purchasing Managers Indexes (PMI) Markit untuk sektor manufaktur dan jasa dilaporkan turun ke angka 52,3 pada September 2014 dari 52,5 bulan sebelumnya
Arys Aditya
Arys Aditya - Bisnis.com 23 September 2014  |  17:24 WIB
Pasca Penyuntikan Stimulus ECB, Indeks Manufaktur dan Jasa Eropa Kian Melemah
Euro sabagai mata uang andalan Eropa - Bisnis
Bagikan

Bisnis.com, LONDON--Zona euro kembali mengalami tekanan setelah Purchasing Managers Indexes (PMI) Markit untuk sektor manufaktur dan jasa dilaporkan turun ke angka 52,3 pada September 2014 dari 52,5 bulan sebelumnya.

Angka tersebut adalah yang terendah sepanjang tahun ini dan lebih rendah 0,2 poin dari konsensus ekonom yang disurvei secara terpisah oleh Bloomberg dan Reuters.

Survei yang melibatkan ribuan responden perusahaan itu juga menunjukkan pertumbuhan ekonomi Eropa pada kuartal III/2014 hanya sekitar 0,3% sekalipun Bank Sentral Eropa (ECB) telah memangkas suku bunga sekaligus melancarkan operasi stimulus.

"ECB tentu akan kecewa. Pertarungan peningkatan pertumbuhan masih berlangsung dan mungkin, survei ini menunjukkan apa yang telah mereka lakukan belum cukup," ujar Kepala Ekonom Markit Chris Williamson, Selasa (23/9/2014).

Indeks ini memperlihatkan sektor manufaktur Jerman, negara yang merupakan kekuatan ekonomi terbesar di zona euro, terperosok ke angka

50,3 dan industri jasa runner-up ekonomi Benua Biru Prancis merosot jadi 49,4. Seluruhnya di bawah angka yang diperkirakan kalangan ekonom.

"ECB mungkin masih menunggu dampak dari operasi stimulus terhadap perekonomian. Tapi semakin lama ancaman pelambatan ini dibiarkan, semakin dalam bahaya yang akan timbul," tambah Chris.

Sehari sebelumnya, Presiden ECB Mario Draghi mengungkapkan di depan parlemen Eropa bahwa pengucuran stimulus bisa saja ditambah apabila dirasa perlu. "Serangkaian indikator terkini menunjukkan penurunan tajam perekonomian Eropa memang belum juga berhenti," kata Draghi.

Di sisi lain, lembaga asal Jerman IFO melaporkan Indeks Keyakinan Iklim Bisnis di negara Panser menurun ke titik terendah dalam 16 bulan terakhir yang dipengaruhi oleh ancaman melemahnya perdagangan dengan Rusia akibat krisis panjang yang terjadi di timur Ukraina.

"Sanksi kepada Rusia terkait krisis Ukraina semakin menunjukkan dampak terhadap zona euro. Kebijakan stimulus ECB bisa menjadi tidak efektif dalam keadaan seperti saat ini, ketika sisi permintaan memang lemah," ungkap Chris.

Dia menambahkan, PMI sektor jasa Eropa juga turun dari 53,1 pada Agustus 2014 menjadi 52,8 pada bulan ini. Hal ini turut membuat indeks keyakinan bisnis Markit turun ke titik terendah dalam 14 bulan terakhir, yaitu 58,4.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ekonomi eropa
Editor : Ismail Fahmi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top