Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KRISIS UKRAINA: Sanksi AS Dibalas Rusia dengan Serangan Maya

Para peretas yang mencuri ribuan gigabyte data dari JPMorgan Chase & Co. diduga mencoba menyampaikan pesan bahwa lembaga keuangan AS bisa diganggu, ujar mantan direktur Dewan Keamanan Nasional (NSA).
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 03 September 2014  |  09:13 WIB
KRISIS UKRAINA: Sanksi AS Dibalas Rusia dengan Serangan Maya
Ilustrasi - mirror.co.uk
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA— Para peretas yang mencuri ribuan gigabyte data dari JPMorgan Chase & Co. diduga mencoba menyampaikan pesan bahwa lembaga keuangan AS bisa diganggu, ujar mantan direktur Dewan Keamanan Nasional (NSA).

Saat ini biro penyelidik federal (FBI) tengah menyelidiki serangan dunia maya terhadap JPMorgan. Biro itu juga tengah memastikan apakah sejumlah bank lainnya juga diserang sebagai upaya balas dendam atas sanksi yang diberikan AS kepada Rusia, menurut sumber sebagaimana dikutip Bloomberg, Rabu (3/9/2014).

Keith Alexander, Direktur NSA dari 2005 hingga Matret lalu, mengatakan dia tidak punya pengetahuan langsung soal serangan itu. Namun kuat dugaan serangan itu didukung oleh pemerintah Rusia sebagai balasan atas sanksi yang diberikan AS dan Eropa terkait peran pemerintah negara itu dalam krisis Ukraina.

“Bagaimana cara anda mengguncang Amerika Serikat? Serang saja sebuah bank melalui serangan maya,” ujar Alexander.

Dia menambahkan bahwa jika hal itu benar maka mereka jelas menyampaikan pesan bahwa sistem pengamanan perbankan AS rentan.

Sebagai mantan direktur NSA dan kepala satuan tugas serangan maya AS, Alexander memahami bagaimana modus kerja peretas internasional. Dia memimpin NSA ketika negara Georgia diinvasi oleh Rusia dan mengalami serangkaian serangan maya yang diduga dilakukan orang-orang Rusia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

rusia peretas Krisis Ukraina

Sumber : Bloomberg

Editor : Linda Teti Silitonga
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top