KASUS NARKOBA DUA PERWIRA POLISI: Polri Tak Akan Ambil Alih Kasus Dari Malaysia

Polri tidak akan mengambil alih penanganan kasus penyalahgunaan narkoba oleh dua anggotanya.
Dimas Novita Sari | 02 September 2014 14:33 WIB
Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA - Kepolisian Negara Republik Indonesia tidak akan mengambil alih penanganan kasus penyalahgunaan narkoba oleh dua anggotanya guna menghindari persepsi buruk terhadap Polri.

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Ronny F. Sompie mengatakan jika mengikuti kemauan, sebagai anggota Polri, AKBP Idha Endri Prastiono dan Bripka MH Harahap tentunya berharap dapat diproses secara hukum di Indonesia.

Namun, niatan tersebut, sambung Ronny, dinilai tidak memungkinkan agar citra Polri tidak buruk.

"Penindakan diawali oleh PDRM (Polisi Di Raja Malaysia). Nah, kami serahkan sepenuhnya ke PDRM agar tidak ada pandangan negatif ke Polri," katanya, Selasa (2/9/2014).

Hingga kini, lanjut Ronny, Wakapolda Kalbar dan Direktur Narkoba Polda Kalbar masih berada di Kuching, Malaysia dalam rangka koordinasi dan memberikan pendampingan kepada kedua pelaku.

Selain itu, Konsulat Jenderal RI dan Atase Polri di Kuching juga membantu penanganan serta pendampingan bagi keduanya.

"Karena ini kasus extraordinary, maka kita masih menunggu 7x24 jam untuk pembuktian," jelas Ronny.

Ada pun data yang diperoleh Polri sampai saat ini atas AKBP Idha Endri Prastiono dan Bripka MH Harahap yakni keduanya berada di Kuching tidak dalam tugas, tidak mendapatkan izin yang sah, hingga tidak ditemukannya narkotika ketika ditangkap oleh PDRM.

"Yang jelas mereka sudah melakukan tindakan indisipliner karena pergi ke luar negeri tanpa sepengetahuan atasan," ujar Ronny.

 

Tag : kasus narkoba
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top