Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KRISIS GAZA: Israel Desak 100.000 Warga Palestina Mengungsi

Israel memberi peringatan kepada 100.000 warga Gaza untuk meninggalkan rumah-rumah mereka pada Rabu (17/7/2014).
News Editor
News Editor - Bisnis.com 17 Juli 2014  |  09:12 WIB
KRISIS GAZA: Israel Desak 100.000 Warga Palestina Mengungsi
Suasana di Palestina usai serangan udara Israel
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Israel memberi peringatan kepada 100.000 warga Gaza untuk meninggalkan rumah-rumah mereka pada Rabu (17/7/2014).

Sementara itu, para pemimpin kawasan tersebut membuat upaya-upaya baru guna mengakhiri pertempuran yang telah berlangsung selama sembilan hari.

Israel memulai kembali serangan-serangan udara setelah upaya mewujudkan gencatan senjata yang diperantarai oleh Mesir rontok.

Pemimpin Palestina Mahmud Abbas dijadwalkan mengunjungi Kairo dan kemudian Ankara dalam upaya mendapatkan dukungan kawasan agar diakhirinya pertempuran.

Sejauh ini, serangan Israel yang telah memasuki hari kesembilan telah menewaskan 209 warga Palestina.

Kelompok pendukung hak asasi manusia yang berpusat di Gaza mengatakan lebih dari 80 prosen warga yang tewas itu berasal dari kalangan sipil.

Pada periode yang sama, para gerilyawan telah menembakkan lebih dari 1.200 roket ke Israel, yang pada Selasa untuk pertama kalinya menimbulkan korban jiwa di pihak Israel.

Pesawat-pesawat tempur Israel sepanjang malam menggempur 40 lokasi di seluruh Gaza, di antaranya merupakan target-target politik.

Sementara itu, para gerilyawan juga meningkatkan tembakan mereka ke arah dataran perairan Israel namun empat roket dihalau jatuh di atas kota metropolitan Tel Aviv.

Militer Israel juga menyebarkan pamflet-paflet serta peringatan melalui pesan singkat kepada 100.000 warga di Gaza timur laut untuk meninggalkan rumah-rumah mereka menjelang dilancarkannya serangan udara. Serangan-serangan itu menargetkan "lokasi para teroris dan mata-mata" di Zeitun dan Shejaiya, yang merupakan dua wilayah titik berkobar di timur Kota Gaza.

Pesan serupa dikirim ke Beit Lahiya di utara yang berisi peringatan sama dari tentara pada Minggu, yaitu ketika lebih dari 17.000 warga di utara mengungsi untuk menyelamatkan diri.

Sebagian besar dari mereka mengungsi ke sekolah-sekolah yang dijalankan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

palestina israel krisis Gaza

Sumber : Antara

Editor : Nurbaiti
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top