Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Menkes Bilang Pengiriman Tenaga Medis ke Gaza Tergantung Kebutuhan

Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi mengatakan Pemerintah Indonesia dalam pengiriman tenaga medis ke Jalur Gaza-Palestina, tergantung kebutuhan di negara yang tengah berkonflik dengan Israel tersebut.
Yanuarius Viodeogo
Yanuarius Viodeogo - Bisnis.com 14 Juli 2014  |  19:57 WIB
Menkes Bilang Pengiriman Tenaga Medis ke Gaza Tergantung Kebutuhan
Serangan Israel ke Gaza. Pengiriman tenaga medis tergantung kebutuhan.
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA--Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi mengatakan Pemerintah Indonesia dalam pengiriman tenaga medis ke Jalur Gaza-Palestina, tergantung kebutuhan di negara yang tengah berkonflik dengan Israel tersebut.

“Kementerian Luar Negeri kita, sudah berkomunikasi dengan Menteri Luar Negeri Palestina, apa saja yang dibutuhkan. Kita tidak mengirimkan bantuan yang tidak dibutuhkan di sana,” kata Nafsiah, Senin (14/7/2014)

Menurutnya, pengiriman tenaga medis tergantung kebutuhan di Jalur Gaza a.l tenaga kesehatan atau traumatis. Dengan mempertimbangkan kebutuhan dari Pemerintah Palestina, harapannya kata Nafsiah tenaga medis di sana optimal bekerja.

“Kita tidak mengirim ke sana begitu saja tergantung yang diperlukan di sana. Jangan kirim di sana tahu-tahu tidak ada di sana,” ucapnya.

Begitu pula dengan mengirim bantuan obat-obat. Nafsiah menuturkan sejauh ini Pemerintah Indonesia sudah pasti mengirim donasi uang sebesar US$ 1 Juta. “Tinggal tergantung permintaan dari sana.”

Seperti diketahui, saat ini Kota Gaza, Palestina tengah digempur tentara Israel. Puluhan warga Gaza tua dan muda bahkan anak-anak menjadi korban serangan rudal dari tentara Israel.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jalur gaza
Editor : Ismail Fahmi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top