Bisnis.com, PALEMBANG--Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Sumsel akhirnya meresmikan pusat informasi harga pangan strategis di pasar tradisional Cinde, Palembang, berupa papan elektronik yang akan menampilkan harga sejumlah komoditas pangan.
Fasilitas yang baru diluncurkan TPID itu digunakan sebagai pedoman konsumen untuk mengetahui harga rata—rata komoditas pangan saat ini.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumsel Permana mengatakan, pembuatan pusat informasi harga pangan strategis (PIHPS) merupakan upaya pemerintah untuk menjaga kestabilan harga komoditas pangan, apalagi masuk bulan Ramadan dan jelang lebaran yang rentan mengalami kenaikan.
“PIHPS berisikan mengenai rata-rata harga komoditas pangan yang didasari oleh hasil survei tim pemantau. Informasi harga ini bisa dijadikan pedoman bagi konsumen dalam melakukan proses tawar menawar dengan pedagang,” katanya saat peluncuran PIHPS, Senin (30/6/2014).
Dia menegaskan pihaknya yakin harga yang ditampilkan bisa menjadi pedoman konsumen, meski dia tidak menampik bahwa tetap akan terjadi selisih harga saat konsumsen sudah berinteraksi dengan pedagang.
Permana menambahkan, program tersebut juga digunakan untuk memantau kondisi ketersediaan barang di pasaran.
“Kami terus melalukan pemantauan, jika kenaikan harga disebabkan oleh keterbatasan pasokan, maka disitulah distributor di perkenankan untuk memasok harga,”ujarnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Bank Indonesia wilayah VII R, Mirmansyah mengatakan tujuannya dari diluncurkannya fasilitas ini adalah untuk memberikan informasi harga yang akurat dan transparan kepada konsumen agar disparitas harga tidak terlalu jauh.
Menurut dia, PIHPS merupakan terobosan baru yang diharapkan bisa menjadi pedoman bagi pedagang maupun konsumen dalam menyepakati harga.
Lebih dari itu, pengendalian harga yang diupayakan pihaknya diharapkan dapat berpengaruh pada tingkat inflasi yang lebih stabil.
“Jelang lebaran diperkirakan akan ada inflasi, tapi kami berharap tingkat kenaikan tersebut masih pada kisaran yang wajar,” katanya.
Dia mengemukakan bank sentral tetap menjaga agar perkembangan inflasi masih berada pada target inflasi BI, yaitu berkisar 4,5% +-1%.
Direktur PD Pasar Jaya kota Palembang Apriadi S Busri menambahkan dipilihnya pasar cinde karena lokasinya yang strategis dan merupakan pasar yang menjadi patokan mengenai harga komoditas.
“Rencananya, PIHPS ini juga akan diletakkan di beberapa pasar strategis lainnya seperti, pasar lemabang, jakabaring dan palima Palembang,” katanya.