Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KRISIS UKRAINA: Pasukan Pemerintah Tembak Mati Sedikitnya 50 Pemberontak

Pasukan pemerintah Ukraina menewaskan lebih dari 50 orang pemberontak pro Rusia dalam satu serangan memasuki hari kedua setelah presiden terpilih Petro Poroshenko bersumpah akan menumpas semua aksi pemberontakan.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 28 Mei 2014  |  07:22 WIB
KRISIS UKRAINA: Pasukan Pemerintah Tembak Mati Sedikitnya 50 Pemberontak
Milisi Ukraina pro-Rusia - reuters

Bisnis.com, JAKARTA— Pasukan pemerintah Ukraina menewaskan lebih dari 50 orang pemberontak pro-Rusia dalam satu serangan memasuki hari kedua setelah presiden terpilih Petro Poroshenko bersumpah akan menumpas semua aksi pemberontakan.

Serangan yang tidak diduga sebelumnya tersebut membuat Presiden Rusia Vladimir Putin marah, karena dia mengaku punya hak untuk membela hak kelompok pro-Rusia yang tengah terancam. Rusia menyatakan Ukraina dipimpin oleh sebuah junta yang tidak legal selain tidak mengakui kemenangan Petro Poroshenko yang baru saja terpilih sebagai presiden yang baru. Putin meminta serangan itu dihentikan.

Wartawan Reuters menyaksikan sebanyak 20 mayat tengah disemayamkan di sebuah ruangan di Donetsk. Sejumlah mayat tersebut terlihat tidak utuh yang mengisyaratkan pasukan pemerintah telah melakukan serangan mematikan sebagai bentuk keseriusan untuk menumpas kelompok pemberontak.

"Dari pihak kami lebih dari 50 orang tewas," ujar Perdana Menteri Republik Rakyat Donetsk, Alexander Borodai sebagaimana dikutip Reuters, Rabu (28/5/2014).

Republik tersebut merupakan klaim sepihak yang tidak diakui oleh pemerintah Ukraina.

Pihak pemerintah mengklaim tidak ada korban tewas dari pasukannya dalam serangan itu. Serangan tersebut dimulai beberapa jam setelah Ukraina menggelar pemilu presiden yang memenangkan pengusaha berusia 48 tahun tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

vladimir putin ukraina

Sumber : Reuters

Editor : Linda Teti Silitonga

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top