Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

IDEA dan Aachen University Fasilitasi Kuliah Berbiaya Terjangkau di Jerman

Institut De Eurnesia (IDEA), lembaga penyedia pendidikan di luar negeri, bekerja sama dengan FH Aachen University of Applied Sciences menawarkan Program Freshman bagi pelajar Indonesia untuk kuliah di Jerman dengan biaya relatif terjangkau.
- Bisnis.com 29 April 2014  |  16:17 WIB
CEO IDEA Johannes Kembuan (kiri) dan Direktur Freshman Institute Prof. Hermann Josef Buchkremer. -
CEO IDEA Johannes Kembuan (kiri) dan Direktur Freshman Institute Prof. Hermann Josef Buchkremer. -

Bisnis.com, JAKARTA - Institut De Eurnesia (IDEA), lembaga penyedia pendidikan di luar negeri, bekerja sama dengan FH Aachen University of Applied Sciences, universitas terkemuka di Jerman, menawarkan Program Freshman bagi pelajar Indonesia untuk kuliah di Jerman dengan biaya relatif terjangkau. 

Untuk mensosialisasikan program tersebut, IDEA menggelar road show di sejumlah kota, yakni di Hotel Harris Kelapa Gading Jakarta pada 28 April 2014, Hotel Aston Yogyakarta (29 April 2014), Hotel Paragon Solo (30 April 2014), Hotel Midtown Surabaya (1 Mei 2014), dan Hotel GranPuri Manado (3 Mei 2014).

CEO IDEA Johannes Kembuan mengatakan selama ini masyarakat menduga pendidikan di luar negeri sangat mahal dan terkendala masalah bahasa.

Padahal, kata Johannes, studi di luar negeri bisa lebih murah dan mudah apabila masyarakat mendapatkan informasi yang benar. Salah satu negara maju di Eropa yang menawarkan studi berkualitas tinggi dengan biaya kompetitif yakni Jerman.

Menurut Johannes, Jerman merupakan negara yang tepat untuk melanjutkan studi di bidang riset, sains dan teknologi, serta kedokteran karena memiliki banyak perguruan tinggi berkelas internasional.

"Sebagai negara maju, Jerman memiliki standar kualitas hidup tinggi, menyediakan lingkungan belajar dan mengajar yang kondusif, serta peluang karir atau pekerjaan yang terjamin setelah studi. Jerman merupakan salah satu negara Eropa yang menyuntikkan subsidi besar untuk pendidikan," kata Johannes dalam siaran pers, Selasa (29/4/2014).

Pelajar yang ingin melanjutkan studi di Jerman juga mendapatkan kemudahan lain melalui Program Freshman, sebuah program terobosan Direktur Freshman Institute Prof. Hermann Josef Buchkremer saat menjabat Rektor FH Aachen University.

Konsep foundation yang digulirkan sejak 2007 ini menghilangkan kendala bahasa karena menyediakan Bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar studi. Selain itu, selama tahun pertama dimasukkan kurikulum universitas tingkat pertama, sehingga setelah selesai Program Freshman bisa langsung melanjutkan ke tahun kedua dan selanjutnya.

Selama ini, semua studi di Jerman biasanya harus melalui Studienkolleg selama 9 bulan sebelum masuk universitas. Untuk metode yang konservatif di sejumlah perguruan tinggi, Studienkolleg diselenggarakan dalam bahasa Jerman secara penuh.

Buchkremer menjelaskan Program Freshman merupakan sebuah organisasi di bawah FA Aachen, universitas negeri yang terkenal di bidang pendidikan iptek berlokasi dekat perbatasan dengan Belgia dan Belanda.

Program tersebut didukung oleh Kementerian Pendidikan Tinggi North Rhine-Westphalia, Jerman. "Program Freshman merupakan pintu masuk yang ideal untuk berbagai program Bachelor, pelajar dar seluruh dunia belajar dalam kelompok kecil dalam lingkungan intrabudaya yang unik, memperluas cakrawala intelektual mereka sambil menyiapkan masa depan sebagai insinyur, manager bisnis, dokter ataupun dosen," kata Buchkremer.

Setelah menyelesaikan program Freshman, peserta dapat melanjutkan ke program Bachelor bidang teknik, bisnis atau kesehatan di FH Aachen atau universitas lain. Setelah memperoleh gelar S1 itu, peserta juga bisa melanjutkan studi ke program Master dan PhD di seluruh Jerman atau negara lain.

Backremer menjelaskan Program Freshman hanya menerima sekitar 400 mahasiswa baru setiap tahun dari seluruh dunia, termasuk Indonesia. "Selain membuka ujian masuk setiap tahun, kami juga menyediakan beasiswa untuk mahasiswa terbaik," kata Buchkremer.

Johannes menambahkan untuk memudahkan calon peserta didik, IDEA menyediakan konsep pembiayaan yang disebut EGBL (Eduglobal Bilokal) dengan biaya studi 4-5 tahun rata-rata sekitar 36.400 euro, lebih rendah dari estimasi biaya normal 52.000 euro.

Biaya itu sudah termasuk biaya kuliah dan lodging untuk 4 tahun studi, biaya persiapan, biaya perjalanan, administrasi, dan kesempatan beasiswa untuk tahun ke-2 dan 3.

 

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kuliah di luar negeri kuliah
Editor :

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top