Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

INDEKS MANUFAKTUR CHINA: Berkontraksi, Tunjukkan Ekonomi Masih Lesu

Indeks manufaktur China mengisyaratkan kontraksi selama empat bulan sekaligus mengindikasikan bahwa upaya pemerintah China untuk melawan pelambatan ekonomi tidak terlalu berdampak positif.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 23 April 2014  |  10:21 WIB
 Manufaktur China - Reuters
Manufaktur China - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA— Indeks manufaktur China mengisyaratkan kontraksi selama empat bulan sekaligus mengindikasikan bahwa upaya pemerintah China untuk melawan pelambatan ekonomi tidak terlalu berdampak positif.

Indeks Purchasing Managers versi HSBC Holdings Plc and Markit Economics tercatat 48,3 selama April atau sesuai dengan perkiraan analis yang disurvei Bloomberg News. Meski angka itu lebih tinggi dari posisi 48 pada Maret, namun indeks itu masih di bawah level 50 yang menentukan terjadi ekspansi atau kontraksi.

Sebanyak 25 analis memperkirakan  kisaran indeks itu antara 47,5 hingga 49,4.

Pelemahan sektor manufaktur yang berkelanjutan itu akan menekan Perdana Menteri Li Keqiang untuk meningkatkan upaya memacu pertumbuhan melalui apa yang disebut dengan paket “stimulus mini”melalui pengembangan jalur rel dan keringanan pajak.

“Permintaan domestik menunjukkan sedikit perbaikan dan tekanan deflasi mereda, namun risiko pelemahan pertumbuhan masih ada karena kondisi ekspor dan tenaga kerja masih belum menggembirakan,” ujar Qu Hongbin, ekonom pada  HSBC Hong Kong sebagaimana dikutip Bloomberg, Rabu (23/4/2014).

Dia mengatakan masih banyak kebijakan yang akan dikeluarkan dalam beberapa bulan mendatang untuk mendukung pertumbuhan.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

manufaktur china pertumbuhan ekonomi china

Sumber : Bloomberg

Editor : Linda Teti Silitonga

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top