Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Cuaca Buruk, Bongkar Muat TPK Semarang Naik 1,28%

Produksi bongkar muat petikemas di Terminal Petikemas Semarang (TPKS) selama Januari 2014 mencapai 28.395 boks atau 45.280 Teus, tumbuh 1,28% meski menghadapi banjir dan angin kencang.
Pamuji Tri Nastiti
Pamuji Tri Nastiti - Bisnis.com 07 Februari 2014  |  15:54 WIB
Cuaca Buruk, Bongkar Muat TPK Semarang Naik 1,28%
Kegiatan Bongkar Muat di Pelabuhan - Bisnis

Bisnis. com,SEMARANG--Produksi bongkar muat petikemas di Terminal Petikemas Semarang (TPKS) selama Januari 2014 mencapai 28.395 boks atau 45.280 Teus, tumbuh 1,28% meski menghadapi banjir dan angin kencang.

General Manager TPKS Iwan Sabatini mengemukakan catatan produksi bulan sebelumnya hanya mencapai 39.537 Teus, sementara produksi Januari didorong volume ekspor yang meningkat.

"Pertengahan Januari sempat diprediksi akan mengalami penurunan karena cuaca sempat mengganggu aktivitas ekpor impor," ujarnya, Jumat (7/2/2014).

Iwan membenarkan potensi pelambatan arus ekspor dari industri di kawasan timur Jawa Tengah, seperti Kudus dan Jepara. Namun Secara keseluruhan tidak mengalami kendala dalam bongkar muat ekspor impor.

Ketua DPC Gabungan Pengusaha Ekspor Impor (GPEI) Kota Semarang M Ridwan berharap tersendatnya arus ekspor impor segera bisa ditangani.

 "Saat banjir, infrastruktur jalan tergenang apalagi jalur Pantura timur di wilayah Kudus dan Demak, juga akses lain yang dilalui kendaraan industri,"

ujarnya.

Meski sempat terganggu cuaca, volume kapal barang yang merapat ke pelabuhan Tanjung Emas tetap tinggi. Pada Januari tercatat 3 kapal masing-masing memuat 346 boks (598 Teus), 984 boks (1604 Teus) dan 493 boks (763 Teus).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

TPK Semarang
Editor : Ismail Fahmi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top