Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bulog Malang Kejar Target Pengadaan Beras 70.000 Ton

Bulog Malang mengejar target pengadaan beras tahun ini sebesar 70.000 ton atau naik 4,3% dibandingkan realisasi pengadaan tahun lalu 67.050 ton
Choirul Anam
Choirul Anam - Bisnis.com 22 Januari 2014  |  16:50 WIB
Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluh Kab. Malang M. Nasri Abdul Wahid optimistis daerah ini surplus 68.200 ton gabah kering giling (GKG) pada musim tanam 2013 meski ada ancaman banjir pada musim penghujan.  - Antara
Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluh Kab. Malang M. Nasri Abdul Wahid optimistis daerah ini surplus 68.200 ton gabah kering giling (GKG) pada musim tanam 2013 meski ada ancaman banjir pada musim penghujan. - Antara

Bisnis.com, MALANG - Bulog Malang mengejar target pengadaan beras tahun ini sebesar 70.000 ton atau naik 4,3% dibandingkan realisasi pengadaan tahun lalu 67.050 ton.

Wakil Kepala Bulog Malang Gatot Hadiantoro mengatakan target pengadaan beras tahun lalu tidak tercapai karena harga beras di sentra-sentra produksi di Jawa Timur harganya lebih tinggi dibandingkan harga pembelian pemerintah (HPP) yang Rp6.600/kg, terutama pada semester II/2013 sehingga petani lebih senang melepasnya ke pasar.

“Terutama di Malang, harga beras sekualitas beras Bulog harganya di atas Rp7.000/kg,” kata Gatot di Malang, Rabu (22/1/2014).

Keberhasilan pengadaan beras tahun ini sangat bergantung pada hasil panen padi di sentra-sentra produksi di Jawa Timur, seperti Bojonegoro, Lamongan, Ngawi, dan Jombang.

Jika produksi padi di sentra-sentra tersebut berhasil baik dan tidak mengalami gagal panen akibat banjir di musim penghujan maka pengadaan beras oleh Bulog Malang akan berjalan lancar, meski HPP tidak dinaikkan pemerintah.

Saat ini masih belum diketahui hasilnya karena belum memasuki panen. Musim panen diperkirakan dimulai pada Februari dan puncaknya terjadi pada April-Mei. Jika pada produksi beras melimpah, maka diperkirakan menekan harga sehingga Bulog bisa menyerap beras petani dengan mengacu HPP. Begitu pula sebaliknya.

“Mudah-mudahan produksi padi di sentra-sentra berhasil sehingga kami dapat menyerap dalam jumlah besar pada milik petani,” ujarnya. Jika sampai Mei penyerapan beras oleh Bulog Malang bisa mencapai 70%, maka kemungkinan untuk memenuhi target bisa lebih mudah.

Sebelumnya, Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluh Kab. Malang M. Nasri Abdul Wahid optimistis daerah ini surplus 68.200 ton gabah kering giling (GKG) pada musim tanam 2013 meski ada ancaman banjir pada musim penghujan.

Sejauh ini belum ada laporan tanaman padi tergenang di sentra-sentra produksi Malang. “Kalaupun ada genangan, luasannya tidak signfikan tidak terpengaruh pada target produksi padi,” katanya.

Pada musim tanam 2013, Kabupaten Malang menargetkan produksi padi 487.000 ton GKG. Pada musim tanam 2013 berakhir pada Desember 2013 dan panen terakhir pada April 2014. Jika target tersebut terpenuhi berarti terjadi kenaikan 5% bila dibandingkan realisasi 2012.

Dengan realisasi pengadaan beras 67.050 ton pada tahun lalu, maka masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan operasional Bulog sampai semester I/2014. Sedangkan kebutuhan semester II/2014, dapat dipenuhi lewat pengadaan beras 2014.  “Kebutuhan untuk penyaluran raskin (beras untuk keluarga miskin) sebanyak 4.500 ton per bulan, sedangkan penerimanya sebanyak 299.920 RTS (rumah tangga sasaran),” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bulog Harga Beras malang
Editor : Fatkhul-nonaktif

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top