Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Dana Bansos Rawan Dipolitisasi untuk Menangkan Pemilu

Indonesia Corruption Wacth menengarai dana bantuan soal (Bansos) rawan dipolitisasi untuk membiayai program-program populis jangka pendek untuk memenangkan pemilu.
Ismail Fahmi
Ismail Fahmi - Bisnis.com 19 November 2013  |  10:23 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA--Indonesia Corruption Wacth  menengarai dana bantuan soal (Bansos) rawan dipolitisasi untuk membiayai program-program populis jangka pendek untuk memenangkan pemilu.

Peneliti ICW Abdullah Dahlan mengungkapkan dana bansos paling mudah disalurkan.

“Di beberapa daerah, hanya tergantung momentum,”  ujarnya sebagaimana dikutip situs ICW, Selasa (19/11/2013)

Abdullah menjelaksan  belajar dari beberapa kasus pilkada, korupsi yang terungkap akhir-akhir ini melibatkan politisi yang memakai APBN sebagai modal.

Bansos, lanjutnya,  makin rawan dipolitisasi mengingat banyak menteri yang sekaligus petinggi partai politik. “Bahkan, banyak menteri akan nyaleg atau ikut konvensi calon presiden."

Menurut Abdullah, Bansos lekat dengan program yang bersifat populis. Hal ini tidak lepas dari tujuan penggunaan bansos yang memang populis, yaitu: rehabilitasi sosial, perlindungan sosial, pemberdayaan sosial, jaminan sosial, penanggulangan kemiskinan dan penanggulangan bencana.

“Sifat belanja Bansos yang populis ini banyak disalahgunakan dengan mengatasnamakan program pribadi atau kelompok, baik langsung ataupun tidak langsung,” jelasnya.

Ia mencontohkan dalam pemberian Bansos ada atribut identik dengan partai tertentu sehingga masyarakat bias. “Cara lainnya, diberikan ke basis pendukung partai atau dibarengkan dengan kegiatan partai.” 

Setidaknya, menurut Abdullah,  ada dua tujuan politisasi bansos.

Pertama, untuk membangun popularitas dengan program-program populis yang disebarkan pada kelompok strategis yang punya basis massa besar. “Misalnya, Kementerian Pertanian dengan program peningkatan sarana pertanian. Pengadaan alat pertaniannya saja dananya Rp 3 triliun.” 

Kedua, untuk modal politik. “Kuat dugaan kita, kebijakan bansos dikonsolidasikan untuk modal pemenangan politik.” 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

korupsi dana bansos
Editor : Ismail Fahmi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top