Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Interkoneksi Listrik Batam-Belakang Padang Resmi Beroperasi

Bisnis.com, BATAM – Interkoneksi listrik berkapasitas 10 MW antara Pulau Batam dengan Pulau Belakang Padang resmi beroperasi mulai Rabu (11/9/2013) dengan menggunakan instalasi kabel bawah laut sepanjang 4,778 kilometer.
Yoseph Pencawan
Yoseph Pencawan - Bisnis.com 11 September 2013  |  14:45 WIB
Interkoneksi Listrik Batam-Belakang Padang Resmi Beroperasi
Bagikan

Bisnis.com, BATAM – Interkoneksi listrik berkapasitas 10 MW antara Pulau Batam dengan Pulau Belakang Padang resmi beroperasi mulai Rabu (11/9/2013) dengan menggunakan instalasi kabel bawah laut sepanjang 4,778 kilometer.

Peresmian interkoneksi dilakukan Gubernur Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Muhammad Sani di Lapangan Indera Sakti, Kecamatan Belakang Padang, Kota Batam.

“Interkoneksi listrik ini disalurkan dengan kabel bawah laut 20 kilovolt dengan kemampuan beban sampai dengan 10 megawatt,” ujar M Sani saat peresmian.

Pemprov Kepri, menurutnya memberikan apresiasi kepada PT PLN (persero) yang telah merealisasikan proyek tersebut sesuai jadwal. Pengoperasian uji coba sudah dilakukan setelah selesainya pemasangan instalasi kabel bawah laut dan gardu induk pada 25 Mei 2013 lalu.

Endi Novian, Asisten Manager PT PLN (persero) Area Tanjungpinang lebih jauh menjelaskan, proyek interkoneksi tersebut dibangun dan akan dikelola melalui kerjasama antara PT PLN (persero) dan PT PLN Batam dengan investasi senilai Rp19 miliar. PT PLN (persero) melakukan pembangunan dan pemeliharaan instalasi jaringan, sedangkan pasokan listrik berasal dari pembangkit PT PLN Batam sebesar 2 megawatt.

“Namun untuk saat ini total daya listrik yang kami alirkan ke Belakang Padang masih 1,1 megawatt dengan jumlah pelanggan 2.900,” sambungnya.

Meskipun bekerjasama dengan PT PLN Batam yang mengenakan tarif regional, PT PLN (persero) mematok biaya listrik kepada para pelanggan di Pulau Belakang Padang sesuai tarif dasar listrik (TDL). Sedangkan kekurangan biaya produksi listrik (subsidi) atas penggunaan listrik dari interkoneksi tersebut dibayarkan PT PLN (persero) langsung ke PT PLN Batam.

Belakang Padang adalah salah satu kecamatan di Kota Batam yang terdiri dari 6 kelurahan dan menaungi 55 pulau, termasuk Pulau Belakang Padang sendiri.

Setelah interkoneksi ke Pulau Belakang Padang, PT PLN (persero) juga akan mengoperasikan jaringan serupa ke Pulau Pemping setelah instalasi kabel di Pulau Labu selesai dibangun. Pembangkit tenaga gas berkapasitas 2x35 KVA di Pulau Pemping sudah rampung dibangun dan dikelola oleh Pemkot Batam, namun belum bisa dioperasikan karena masih menunggu pembangunan instalasi kabel atas sepanjang sekitar 1,6 kilometer.

Pada bagian lain, Endi menjelaskan bahwa saat ini PT PLN (persero) sudah mengaliri 70% kebutuhan listrik di Provinsi Kepri, namun Kabupaten Anambas masih sekitar 40% karena merupakan daerah paling baru di provinsi ini.

Salah satu kendala tersulit yang dihadapi PLN (persero) membangun infrastruktur listrik di Provinsi Kepri adalah kebutuhan biaya yang besar untuk mendirikan jaringan karena kawasan ini merupakan daerah kepulauan.

Sedangkan mengenai proyek interkoneksi Batam-Bintan, menurutnya saat ini sedang proses pembangunan instalasi dan jaringan. “Pembangunan gardu induk yang berada di lima lokasi masih 40%, namun September 2014 nanti direncanakan sudah selesai. Harapannya dari Batam bisa dikirim 55 megawatt ke Bintan untuk sekitar 55 ribu pelanggan rumah tangga,” paparnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

listrik batam interkoneksi interkoneksi listrik belakang padang
Editor : Others
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top