NU Prediksi Awal Ramdhan 1434 Hijriah 9 atau 10 Juli

BISNIS.COM, JAKARTA- Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur memprediksi awal Ramadhan 1434 Hijriah mungkin akan jatuh pada 9 atau 10 Juli, karena itu organisasi kemasyarakatan Islam tersebut mengimbau masyarakat untuk menunggu keputusan pemerintah.
Martin Sihombing | 16 Juni 2013 20:27 WIB

BISNIS.COM, JAKARTA- Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur memprediksi awal Ramadhan 1434 Hijriah mungkin akan jatuh pada 9 atau 10 Juli, karena itu organisasi kemasyarakatan Islam tersebut mengimbau masyarakat untuk menunggu keputusan pemerintah.

"Prediksi  9 Juli atau 10 Juli itu merujuk pada empat kitab dan satu rumus modern yang digunakan ahli hisab di lingkungan NU, namun kami tetap melakukan rukyatul hilal (melihat hilal/bulan sabit secara kasat mata)," kata koordinator Tim Rukyatul Hilal PWNU Jatim HM Sholeh Hayat kepada Antara di Surabaya, Minggu.

Menurut dia, waktu ijtimak yang merupakan konjungsi (pertemuan secara astronomis antara rembulan dan matahari) terjadi pada hari Senin Pon  8 Juli sekitar pukul 14.10 WIB - 14.17 WIB.

"Namun, kitab 'Sullamun Nayyiren' menyebut ijtimak terjadi pada 12.07 WIB dengan demikian irtifak hilalnya setinggi 02,45 derajat, sedangkan tiga kitab menyebut irtifak masih di bawah ufuk antara 0,16-0,31 derajat," katanya.

Ketiga kitab yakni Nurul Anwar, Irshodul Jadid dan Irshodul Murid menyebut irtifak ketinggian hilal masih di bawah ufuk antara 0,16-0,31 derajat, sedangkan rumus kontemporer Ephemeris menghitung irtifak hilal juga masih minus 0,32 derajat.

"Jadi, kitab Sullamun Nayyiren dan Irshodul Jadid menyimpulkan 1 Ramadhan pada hari Selasa tanggal 9 Juli, sedang dua kitab dan satu rumus modern menyimpulkan 1 Ramadhan jatuh pada hari Rabu 10 Juli," katanya.

Menyikapi hal itu, PWNU Jatim menunggu hasil rapat Badan Hisab dan Rukyat Provinsi Jatim, hasil Rukyatul Hilal pada 8 Juli, dan hasil Isbat Menag pada 8 Juli.

"Kita tunggu, apakah bulan Syaban diistikmalkan (disempurnakan 30 hari) atau hilal mungkin dirukyat," katanya.

Sementara itu, Muhammadiyah memastikan awal Ramadhan 1434 Hijriah jatuh pada Selasa Wage atau 9 Juli 2013 Masehi, berdasarkan hisab "hakiki wujudul hilal" dan hasil musyawarah Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

"Pimpinan Pusat Muhammadiyah sudah menyepakatinya melalui ketentuan yang telah ditetapkan. Awal Ramadhan pada 9 Juli 2013," ujar Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur, Nadjib Hamid.

Penetapan yang ditandatangani oleh Ketua umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin dan Sekretaris umum PP Mummadiyah Danarto, seperti tertuang dalam Maklumat No.04/MLM/I.0/E/2013 tentang Penetapan Hasil Hisab Ramadhan, Syawal dan Dzulhijjah 1434 H tertanggal 23 Mei 2013.

"Tahun ini, awal Ramadhan berpotensi terjadi perbedaan dalam penetapan awal Ramadhan, karena diperkirakan ketinggian hilal kurang dari satu derajat, namun diperkirakan Hari Raya Idul Fitri bersamaan. Meski berpotensi tidak sama di awal puasa, namun tidak perlu ada perdebatan," katanya.(Antara/msb)

Tag : nu, ramadhan, pp muhammadiyah
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top