Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PILPRES 2014: Media Massa Penentu Keberhasilan

BISNIS.COM, AMBON --  Wakil Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Indonesia Nasrulah menegaskan media massa berperan penting dalam menentukan kualitas dan keberhasilan pemilihan presiden ataupun kepala daerah. "Sebagai pilar ke empat, media memegang
Bambang Supriyanto
Bambang Supriyanto - Bisnis.com 12 Mei 2013  |  07:19 WIB

BISNIS.COM, AMBON --  Wakil Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Indonesia Nasrulah menegaskan media massa berperan penting dalam menentukan kualitas dan keberhasilan pemilihan presiden ataupun kepala daerah.

"Sebagai pilar ke empat, media memegang peranan penting untuk menetukan keberhasilan dan kualitas pemilu di tanah air maupun di masing-masing daerah," kata Nasrulah saat membuka pelatihan pengawasan pemilu bagi media massa dan ormas di Ambon, Sabtu (11/5).

Dia mengungkapkan peran media tidak bisa dikesampingkan karena jika pemberitaan tentang sebuah masalah negatif maka akan berdampak membangun sentimen negatif di masyarakat.

"Sehebat apa pun penyelenggara bekerja untuk menghasilkan pemilu berkualitas, tetapi tidak didukung pemberitaan media yang positif, maka akan berdampak negatif di masyarakat," katanya.

Dia pun menilai pemilu di Indonesia masih mengecewakan dari yang diharapkan dalam menjalankan demokrasi tersebut.

Begitu pun pilkada di Indonesia selalu mengecewakan. Antara lain, dana untuk pilkada selalu di atas Rp1 miliar bahkan ada beberapa provinsi yang biaya pilkada bisa mencapai Rp1 triliun.

Sehubungan dengan itu, menurut Nasrulah, Bawaslu memiliki kepentingan besar melibatkan partisipasi media dalam pemilu 2014 maupun Pilkada di berbagai daerah melalui pemberitaan yang berimbang dan positif untuk menggalang partisipasi masyarakat.

"Kami sangat berkepentingan membangun sinergitas dan keterlibatan media massa serta organisasi masyarakat untuk menyukseskan pemilu 2014 maupun pilkada agar berlangsung jujur, adil dan bermartabat," katanya.

Dia mencontohkan partisipasi masyarakat menyalurkan aspirasi politiknya dalam pilkada Jawa Barat hanya 60% dan di Sumatra Utara 50% yang disebabkan kecenderungan masyarakat tidak mempercayai netralitas para penyelenggara.

Khusus penyelenggaraan pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku Juni 2013, menurut Nasrulah, pihaknya akan mendorong Bawaslu di daerah ini untuk membangun kerja sama dengan berbagai media guna menjamin tingginya partisipasi masyarakat.

"Karakteristik Maluku yang terdiri dari ribuan pulau serta dipisahkan lautan luas dan keterbatasan transportasi tentu menimbulkan kesulitan sangat besar, terutama untuk melakukan pengawasan," katanya.

Karena itu, lanjutnya, media bisa dijadikan mata dan telinga Bawaslu untuk mengukur keberhasilan maupun menginventarisasi berbagai pelanggaran yang terjadi di lapangan. (Antara)

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pemilu pilpres bawaslu mediamassa
Editor : Bambang Supriyanto

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top