Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

HARGA SUSU: Peternak Sapi Ancam Demo Kantor Hatta Rajasa

BISNIS.COM, MALANG--Peternak sapi perah siap menggelar aksi unjuk rasa ke Menteri Koordinator (Menko) Ekuin Hatta Rajasa guna mendesak pemerintah untuk melakukan kelayakan harga susu.

BISNIS.COM, MALANG--Peternak sapi perah siap menggelar aksi unjuk rasa ke Menteri Koordinator (Menko) Ekuin Hatta Rajasa guna mendesak pemerintah untuk melakukan kelayakan harga susu.

Ketua II Gabungan Koperasi Susu Indonesia (GKSI) Jawa Timur Sulistiyanto mengatakan aksi tersebut bakal dilakukan oleh peternak sapi perah di kantor Menko Ekuin, Rabu pagi pukul 09.00 (24/4/2013).

“Para peternak sapi perah dari sejumlah wilayah akan menggelar aksi demo santun dengan melakukan orasi dan dialog di kantor Menko Ekuin,” kata Sulistiyanto, Selasa (23/4/2013).

Selain menuntut kelayakan harga susu sapi, materi lain yang diusung peternak dalam aksi demo tersebut adalah adanya payung hukum usaha peternakan sapi perah rakyat.

Dua hal tersebut saat ini mendesak untuk dilakukan pemerintah sebagai upaya untuk melindungi kelangsungan usaha ternak sapi perah di tengah situasi yang berkembang.

“Kelayakan harga susu misalnya belum sebanding dengan tingginya biaya produksi (pakan),” jelas dia.

GKSI Jawa Timur sendiri ujarnya juga meminta kepada pemerintah untuk memberikan subsidi harga susu kepada peternak di wilayahnya.

Hal ini dilakukan guna menekan keinginan peternak menjual sapi ternak miliknya untuk dijadikan sapi pedaging menyusul tingginya harga jual sapi yang ditawarkan para blantik sapi saat ini.

“Harga susu ideal yang diusulkan oleh GKSI ke Industri Pengolahan Susu (IPS) adalah Rp4.800 per liter,” urainya.

Sementara harga maksimal pembelian susu oleh IPS hanya Rp4.400 per liter. Margin yang Rp400 per liter inilah harapannya bisa disubsidi oleh pemerintah.

Karena kalau peternak tidak mendapatkan subsidi maka mereka akan enggan untuk beternak lagi dan menjual sapinya ke para blantik.

GKSI berharap pemerintah melalui Kementerian Pertanian untuk memberikan subsidi harga susu tersebut ke peternak anggota Koperasi Unit Desa (KUD) secepatnya.

Karena kondisi di lapangan yang ada saat ini peternak sudah tidak punya gairah untuk beternak lagi.

Selain harga susu yang dinilai rendah, faktor harga pangan yang terus melambung juga menjadikan peternak kehilangan minat untuk terus mengurusi ternaknya.

Di sisi lain tingkat kebutuhan susu IPS yang tinggi sejauh ini juga belum bisa diimbangi oleh kenaikan produksi susu di tingkat peternak anggota KUD. Bahkan produksi susu di tingkat peterbak akhir-akhir ini cenderung turun hingga 20%.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper