Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

PUTING BELIUNG Rusak 210 Rumah Di Sukabumi

BISNIS.COM,SUKABUMI -- Angin puting beliung merusak sekitar 210 unit rumah di Kecamatan Simpenan dan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jabar.

BISNIS.COM,SUKABUMI -- Angin puting beliung merusak sekitar 210 unit rumah di Kecamatan Simpenan dan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jabar.

Usman Susilo, Kepala Bidang Logistik dan Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukabumi, mengungkapkan bencana alam itu selain merusak rumah warga, merusak fasilitas umum, seperti masjid dan lainnya.

"Dari hasil pendataan kami sebanyak 99 rumah rusak di Desa Jayanti, Kecamatan Palabuhanratu, lima di antaranya ambruk dan dua dari 111 rumah di Desa Cidadap, Kecamatan Simpenan, dalam kondisi rusak berat," katanya, Rabu (10/4).

Menurut Usman, data tersebut bisa saja berubah karena sampai saat ini pihaknya melakukan pendataan dan bisa saja kerusakan yang disebabkan oleh bencana tersebut bertambah, mengingat masih ada beberapa laporan yang masuk ke pihaknya.

Saat ini, katanya, pihaknya belum bisa memilah kategori kerusakan seperti rusak berat, sedang dan ringan, hanya baru terlihat sebanyak tujuh rumah ambruk di dua desa tersebut. Nantinya, akan kembali diverifikasi untuk kategori kerusakan itu.

"Tidak hanya rumah, fasilitas umum lainnya seperti masjid dan tempat ibadah lain pun ada yang terkena dampak bencana ini. Untuk sementara, korban yang rumah rusak diungsikan dahulu ke tempat yang lebih aman," tambahnya.

Di sisi lain, BPBD juga dibantu oleh TNI dan Polri dalam memberikan bantuan kepada para korban bencana puting beliung ini. Puing rumah yang rusak sudah mulai dibersihkan, mayoritas rumah warga yang rusak pada bagian atap dan temboknya karena terhempas oleh angin tersebut.

Dilaporkan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, tetapi ada satu orang warga, yakni Kae (48), warga Kampung Benteng, Desa Jayanti, yang mengalami luka-luka karena tertimpa bangunan rumah yang ambruk saat peristiwa tersebut berlangsung pada Selas (9/4).

"Sampai saat ini kami juga masih siaga di lokasi bencana dan terus mendata khawatir ada rumah warga yang rusak tetapi tidak terdata," kata Usman. (Antara)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper