Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

POTENSI DAERAH: Kalbar Terus Jadi Incaran Investor

BISNIS.COM, PONTIANAK--Pembangunan di Kalimantan Barat cukup pesat karena masyarakatnya juga terus berkembang, begitu juga dengan dunia usaha yang turut maju.
Wiwiek Endah
Wiwiek Endah - Bisnis.com 04 April 2013  |  19:09 WIB
POTENSI DAERAH: Kalbar Terus Jadi Incaran Investor
Bagikan

BISNIS.COM, PONTIANAK--Pembangunan di Kalimantan Barat cukup pesat karena masyarakatnya juga terus berkembang, begitu juga dengan dunia usaha yang turut maju.

Salah satu indikator kemajuan tersebut adalah, masuknya investor serta keamanan yang semakin kondusif.

Gubernur Kalimantan Barat Cornelis mengatakan investor masuk ke Kalbar lebih dominan dibidang perkebunan dan pertanian dalam arti luas serta pertambangan.

Pesatnya pembangunan di Kalbar tak semata berkat kerja yang dilakukan pemerintah daerah, tetapi juga oleh semua unsur pimpinan daerah lainnya termasuk para bupati dan wali kota.

"Kerja keras itu tentu ada hasilnya, melihat pesatnya Kalbar saat ini. Sementara dari sisi perizinan, saya tidak mengeluarkan izin. Izin ada di bupati, saya hanya menawarkan informasi-informasi dari pihak luar dan gubernur menyediakan infrastruktur serta bantuan dari luar," ungkap Cornelis, Kamis (4/4/2013).

Terkait otonami daerah, menurutnya, merupakan alternatif untuk kemajuan daerah kepulauan.

“Otonomi yang diberikan pemerintah sudah cukup bagus, meskipun perlu juga dilakukan revisi bila ada sesuatu yang belum pas, karena hal itu menyangkut perkembangan manusia yang begitu dinamis," ujarnya.

Cornelis menjelaskan potensi Kalbar cukup luar biasa, seperti hasil hutan, perikanan dan pertambangan. Namun, potensi tersebut belum maksimal dikelola dan dimanfaatkan.

"Dalam pengelolaan ini kita harus hati-hati, menjaga keseimbangan, jangan dieksploitasi secara besar-besaran, apalagi sekelompok mereka yang neolib hanya mementingkan kelompoknya saja. Masyarakat dilupakan, padahal dalam kesepakatan ada 20% yang harus dibagi ke masyarakat, tetapi nyatanya mereka tak menjalankan itu," tuturnya.

Menurutnya, perusahaan atau pengusaha sering melakukan wanprestasi, padahal seharusnya pengusaha menjaga aturan yang ada sesuai ketentuan yang dibuat secara nasional maupun regional.

Sejauh ini, perkembangan ekonomi di Kalbar masih berasal dari pertanahan, perkebunan, pertanian lahan pangan, hasil laut, serta hasil tambang. (K36/wde)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pertambangan pertanian investor perkebunan kalimantan barat otonomi daerah

Sumber : Odie Krisno

Editor : Others
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top