Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Paus Fransiskus I Tinggalkan Vatikan Untuk Misa Pagi

130314_paus fransiskus i (bloomberg-yus).jpgBISNIS.COM, VATIKAN-Paus Fransiskus I, hampir 12 jam setelah terpilih, diam-diam meninggalkan Vatikan, Kamis dinihari (14/3/2013), berdoa bagi bimbingan di basilika Roma saat ia mencoba melepaskan Gereja Katolik
Yusran Yunus
Yusran Yunus - Bisnis.com 14 Maret 2013  |  22:37 WIB
Paus Fransiskus I Tinggalkan Vatikan Untuk Misa Pagi
Bagikan

130314_paus fransiskus i (bloomberg-yus).jpg

BISNIS.COM, VATIKAN-Paus Fransiskus I, hampir 12 jam setelah terpilih, diam-diam meninggalkan Vatikan, Kamis dinihari (14/3/2013), berdoa bagi bimbingan di basilika Roma saat ia mencoba melepaskan Gereja Katolik dari intrik dan skandal ke zaman baru kesederhanaan dan kerendahan hati.

Fransiskus ke Basilika Santa Maria Maggiore, gereja tertua di dunia, yang dipersembahKAN kepada Madonna, tempat ia berdoa di depan ikon terkenal Madonna, yang disebut Salus Populi Romani atau wanita pelindung rakyat Romawi.

"Ia berbicara kepada kami dengan hormat seperti ayah," kata Pastor Ludovico Melo, pendeta yang berdoa dengan Paus, "Kami diberi tahu 10 menit sebelumnya bahwa Paus datang." Selain sebagai Paus pertama asal Selatan Amerika dan yang pertama bukan orang Eropa dalam 1.300 tahun, Fransiskus I juga uskup Roma.

Dengan kata pertamanya pada Rabu malam, ia menegaskan akan mengambil bagian dari perannya dengan sungguh-sungguh dan memenuhi janji dengan mengunjungi salah satu gereja paling penting di ibu kota itu.

Pada hari Kamis, ia akan pergi ke retret musim panas kepausan di kastil Gandolfo, selatan Roma, untuk menemui Paus Emeritus Benediktus XVI, yang pada bulan lalu menjadi Paus pertama mundur dalam 600 tahun, dengan menyatakan terlalu lemah untuk mengatasi semua masalah dari 1,2 miliar jemaat.

Keterpilihan Kardinal Argentina Jorge Bergoglio itu memecahkan berabad-abad cengkeraman Eropa pada kepausan, tapi ia juga yang pertama mengambil nama Fransiskus, untuk menghormati santo abad ke-12 dari Assisi, yang menolak kekayaan untuk mengejar hidup miskin.

Pengangkatannya pada hari kedua konklaf tertutup kardinal datang sebagai kejutan, dengan banyak pengamat Vatikan memperkirakan musyawarah lama dan tidak ada yang memperkirakan tokoh konservatif 76 tahun Bergoglio mendapatkan persetujuan.

Ia tampak kaget seperti semua orang, ragu-ragu sejenak di balkon Basilika Santo Petrus sebelum melangkah keluar untuk menyambut kerumunan besar di alun-alun di bawah untuk melihhat sekilas paus baru itu.

"Saya minta bantuan Anda ... berdoa untuk saya," katanya mendesak kerumunan itu, memberitahu mereka tentang ke-114 kardinal lain pemilih "pergi hampir ke ujung dunia" untuk menemukan pemimpin baru.

"Selamat malam dan istirahatlah dengan baik," kata Bergoglio sebelum menghilang kembali ke dalam lingkungan mewah kota Vatikan, yang jauh dari apartemen sederhananya di Buenos Aires.

"Kemarin, ia mengirim kerendahan hati, cinta dan persaudaraan," kata seorang wanita di luar basilika itu pada Kamis pagi.

Rakyat Argentina Bergembira

Pada Rabu malam, imam, biarawati dan peziarah menari di sekitar obelisk di tengah alun-alun Santo Petrus, meneriakkan, "Hidup Paus" dan "Argentina, Argentina".

Di negara asalnya, Argentina, warga Katolik merayakan kegembiraan dengan memenuhi gereja.

"Saya berharap ia mengubah semua kemewahan di Vatikan. Ia mengarahkan gereja menjadi lebih rendah hati, yang lebih dekat ke Injil," kata Jorge Andres Lobato, pensiunan jaksa berusia 73 tahun.

Paus ke-266 dalam 2.000 tahun sejarah gereja naik ke puncak pada saat krisis besar, dengan semangat orang beriman dihantam pelecehan meluas seksual anak-anak dan pertikaian di dalam birokrasi Vatikan.

Keterpilihannya secara tak terduga menjawab beberapa pertanyaan mendasar tentang arah gereja pada tahun-tahun mendatang.

Setelah lebih dari seribu tahun kepemimpinan warga Eropa, kardinal pemilih melihat Amerika Latin, tempat 42% dari umat Katolik dunia hidup. Benua itu lebih memperhatikan kemiskinan dan mengangkat gereja injili daripada persoalan materialisme dan seksual, yang menguasai Barat.

Mereka juga memilih seorang pria dengan pengalaman panjang kepastoran, bukan cendekiawan dan orang dalam Vatikan seperti Benediktus. "Tampaknya, Paus itu akan lebih peduli bahwa hidup ini tentang apa," kata teolog Italia Massimo Faggioli kepada Reuters.

Misa Pelantikan

Bergoglio dilahirkan dalam keluarga tujuh orang, dengan ayah pendatang dari Italia pekerja kereta api dan ibunya adalah ibu rumah tangga. Ia menjadi imam pada usia 32 tahun, hampir satu dasawarsa setelah kehilangan satu paru-paru karena penyakit pernafasan dan berhenti kuliah kimia.

Meskipun terlambat mulai, ia memimpin masyarakat Jesuit setempat selama empat tahun.

Bergoglio dikenal bersedia menantang kepentingan kuat dan kadangkala memiliki hubungan sulit dengan Presiden Argentina Cristina Fernandez dan mendiang suami dan pendahulunya, Nestor Kirchner.

Dengan menampilkan ortodoksi konservatifnya, ia berbicara keras terhadap pernikahan gay, mengecamnya pada 2010 sebagai upaya menghancurkan rencana Tuhan, dan diperkirakan mengejar tanpa kompromi ajaran moral Benediktus XVI dan Yohanes Paulus II.

Bergoglio adalah Yesuit pertama menjadi Paus. Ordo itu didirikan pada abad ke-16 untuk melayani kepausan dan dikenal baik atas karyanya di bidang pendidikan dan kecakapan intelektual anggotanya. Vatikan menyatakan misa pelantikan akan diselenggarakan pada Selasa.(antara/reuters)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

argentina vatikan paus

Sumber : Newswire

Editor : Others
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top