Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

PEMILIHAN PAUS: Menanti Asap Putih Di Ujung Kapel Sistina (Bagian 1)

HARI INI, Selasa (12/3/2013), konklave yang merupakan bagian dari tradisi Gereja Katolik Roma dimulai. Sebanyak 115 Kardinal dari seluruh dunia berkumpul di Vatikan untuk melakukan pemilihan Paus baru sebagai pemegang tahta tertinggi Gereja Katolik sedunia.
Emanuel Tome Hayon
Emanuel Tome Hayon - Bisnis.com 12 Maret 2013  |  23:19 WIB
PEMILIHAN PAUS: Menanti Asap Putih Di Ujung Kapel Sistina (Bagian 1)
Bagikan

HARI INI, Selasa (12/3/2013), konklave yang merupakan bagian dari tradisi Gereja Katolik Roma dimulai. Sebanyak 115 Kardinal dari seluruh dunia berkumpul di Vatikan untuk melakukan pemilihan Paus baru sebagai pemegang tahta tertinggi Gereja Katolik sedunia.

Sebelum dilakukan konklave, ada istilah yang dikenal dengan nama Sede Vacante. Sede Vacante  sendiri berasal dari kata bahasa Latin sedes yang berarti kursi dan vacans yang berarti kosong. Secara harafiah berarti tahta kosong. Ini berarti umat Katolik tidak memiliki Paus yang resmi sehingga tahta Kepausan kosong.

Setelah Paus Benedictus ke XVI (Karl Ratzinger) mengundurkan diri pada 28 februari 2013, maka  berdasarkan  Hukum Gereja yang disebut Universi Dominici Gregis - yang terakhir kalinya diperbaharui Paus Yohanes Paulus II pada tahun 1996 - dijelaskan bahwa pemilihan Paus baru harus dilaksanakan 15 hari atau selambatnya 20 hari setelah pengunduran diri atau Paus wafat.

Menurut laporan CNN dari Vatikan (12/3/2013), terhitung hari ini, Selasa (12/3/2013) telah dimulai konklave di Kapel Sistina. Sebanyak 115 Kardinal yang tersebar di penjuru dunia telah berkumpul di penginapan Santa Marta di Vatikan dekat Kapel Sistina untuk melakukan pemilihan pemimpin umat Katholik di penjuru dunia.

Kata konklave  berasal dari bahasa latin yakni cum artinya dengan/bersama dan clave  berarti kunci. Secara harafiah diartikan, dengan terkunci. Hal ini karena selama kegiatan berlangsung para kardinal dikunci dalam ruangan Kapel Sistina dan tidak melakukan kontak keluar hingga pemilihan berakhir dan terpilihnya Paus baru. Konon kata konklave pertama kali diadakan karena para Kardinal tidak bisa mencapai satu kesepakatan, sehingga untuk memilih Paus membutuhkan waktu tiga tahun lamanya tepatnya dari tanggal 29 November 1268 sampai dengan 1 September 1271. Masa inilah yang dikenal dengan nama Interregnum yang paling lama atau waktu kosong antara Paus yang wafat dan penggantinya.

Hal ini membuat Wali Kota Viterdo (70 km dari Roma) - tempat dimana pada saat itu pemilihan Paus berlangsung - menjadi marah sehingga bersama penduduk setempat mengurung Kardinal di dalam suatu ruangan tanpa atap dan hanya disediakan makanan roti beserta air . Atas sikap tersebut maka kesepakatan dicapai juga dimana Kardinal Tedaldo Visconti diangkat menjadi Gregor X.

Oleh sebab itu pada 16 Juli 1274 Paus Gregor X dalam Konstitusinya Ubi Periculum membuat peraturan baru disebut Konkalve. Sejak 1831, tidak pernah ada konklave yang lebih dari empat hari. Peraturan Konklave diperbaharui ulang oleh Paus Yohanes Paulus II pada bulan Februari 1996 dengan nama Universi Dominici Gregis.

Syarat menjadi Paus adalah seorang Kardinal yang berusia di bawah 80 tahun.


130313_kardinal julius (indonesia.ucanews-yus).jpg

Kardinal dari Indonesia bernama Julius Darmaatmaja. Para Kardinal ini sebelum memulai Konklave akan melakukan misa (ibadah) dengan menyanyikan lagu Veni Creator (Datanglah Roh Kudus) untuk meminta agar terang Roh Kudus dari Tuhan untuk membimbing segala pelaksanaan kegiatan yang berlangsung.

Di dalam Kapel Sistina, Kardinal akan melakukan sidang dalam rung tertutup dan tidak berhubungan dengan dunia luar. Sidang dipimpin oleh Kardinal tertua dan dibantu oleh Kardinal termuda dari sisi usia. Selain Kardinal, hadir juga Sekretaris Negara Vatikan yang biasanya bukan seorang Kardinal.

Tempat duduk para Kardinal merupakan kursi gantung yang bisa dinaikkan dan diturunkan. Kurs gantung itu disebut baldakim. Kaki para Kardinal tidak menyentuh tanah sebagai lambang bahwa masalah duniawi - ras,bangsa, pandangan politis - tidak akan dijadikan bahan pertimbangan dalam memilih Paus.

Warna baldakim bermacam-macam, ada yang berwarna merah, kuning dan hijau. Kardinal yang duduk di baldakim merah artinya Kardinal yang diangkat oleh Paus sebelumnya yang mengundurkan diri (Paus Benedictus XVI). Kardinal yang duduk di baldakim  kuning berarti pernah dua kali mengikuti pemilihan Paus. Sedangkan yang berwarna hijau berarti pernah mengikuti pemilihan Paus hingga tiga kali.(bersambung)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

vatikan kardinal paus

Sumber : Emanuel Tome Hayon

Editor : Others
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top